MALANG, Tugujatim.id – Tim dosen Universitas Negeri Malang (UM) baru-baru ini menggelar kegiatan Diklat Penyusunan Soal Pilihan Ganda Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berbasis Stimulus di SMK Negeri (SMKN) 1 Kademangan, Kabupaten Blitar. Tim dosen UM ini terdiri dari Drs Sutrisno ST MPd, Fadila Fitria Wulandari SPd M.Pd, dan Drs Antelas Eka Winahyo MPd.
Menurut Drs Sutrisno, program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM bekerja sama dengan pihak sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tujuh kali pertemuan, dimulai pada 30 Juni-19 Agustus 2025.
Menariknya, diklat bersama dosen UM ini digelar dengan metode campuran, yakni secara offline dan online. Tujuannya, agar memudahkan para guru dalam mengikuti setiap sesi. Dalam diklat itu, tercatat ada 40 guru SMKN 1 Kademangan yang menjadi peserta.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 guru berhasil memenuhi syarat untuk memperoleh sertifikat,” ujarnya.
Baca Juga: LPPM UM Sukseskan Penyelenggaraan International Conference on Halal Development 2025
Dosen UM menekankan bahwa keberadaan soal berbasis HOTS sangat penting. Terutama, bagi siswa SMK yang dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Sebab, lulusan SMK dituntut memiliki kemampuan problem solving, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan di lapangan kerja yang semakin kompleks.
Karena itu, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah perlu terus dikembangkan, dibiasakan, dan dibudayakan dalam setiap kegiatan pembelajaran.
“Salah satunya melalui ujian yang menggunakan soal berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS,” jelas Sutrisno.
Namun, merancang soal dengan tingkat berpikir tinggi bukanlah hal mudah. Terutama bagi guru muda maupun guru yang berlatar belakang dari perguruan tinggi non-LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan).
Karena itu, melalui kerja sama LPPM UM dengan SMKN 1 Kademangan, diklat ini diharapkan mampu memberikan pemahaman sekaligus praktik langsung. Diklat penyusunan soal HOTS ini digelar dengan menggunakan metode yang variatif, mulai dari pemberian teori, praktik, tutorial, hingga presentasi hasil praktik dari peserta.
Materi yang disampaikan di antaranya:
- Teknik menyusun soal pilihan ganda.
- ingkatan berpikir dalam taksonomi Bloom.
- Konsep stimulus dalam HOTS.
- Strategi pelaksanaan ujian berbasis HOTS.
- Penyusunan soal pilihan ganda HOTS berbasis stimulus.
Dengan kombinasi teori dan praktik, peserta tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung ke dalam bentuk soal yang akan digunakan dalam pembelajaran.
Hasil Diklat: Kemampuan Guru Meningkat Signifikan
Dari hasil evaluasi, kegiatan ini terbukti membawa dampak positif. Tercatat terjadi peningkatan signifikan (p = 0,00) terhadap kemampuan guru dalam menyusun soal pilihan ganda HOTS, yakni meningkat 12,50 poin atau 44,50% dari kondisi awal.
Artinya, peningkatan ini menunjukkan bahwa guru semakin terampil dalam merancang soal yang mampu mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Sehingga, diharapkan dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMKN 1 Kademangan, khususnya dalam menyiapkan lulusan yang lebih kompeten.
Puncaknya, diklat resmi ditutup pada 19 Agustus 2025 dengan penyerahan sertifikat kepada 37 peserta yang lolos kualifikasi.
Untuk itu, mewakili tim Dosen UM, Sutrisno menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan para guru yang telah berpartisipasi aktif. Dia berharap, kemampuan menyusun soal pilihan ganda HOTS ini tidak berhenti hanya pada saat diklat, tetapi terus dikembangkan secara berkelanjutan.
“Dengan upaya yang sungguh-sungguh, para guru dapat menghasilkan soal HOTS yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran siswa SMK,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada rektor Universitas Negeri Malang dan ketua LPPM UM yang telah mendukung penuh kegiatan ini melalui penyediaan dana internal UM Skema PPG SPs untuk program pengabdian kepada masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, UM berharap dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas guru, khususnya di SMK. Soal berbasis HOTS diharapkan tidak hanya menguji pengetahuan dasar siswa, tetapi juga melatih mereka dalam menghadapi masalah nyata di dunia kerja. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








