TUBAN, Tugujatim.id – Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono turun langsung ke Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Sabtu (13/09/2025). Kunjungan perdana Menkop Ferry setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 September lalu itu menjadi sorotan warga.
Menkop Ferry meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pucangan, salah satu koperasi desa yang sempat ramai usai dilaunching kini mulai menunjukkan geliat usaha.
“Alhamdulillah, siang ini saya bisa hadir langsung di Koperasi Desa Merah Putih. Dari laporan yang saya terima, koperasi ini sudah berjalan baik dan bahkan mencatat keuntungan hingga 50 persen,” ungkap Menkop Ferry saat meninjau gerai KDMP Pucangan.
Di koperasi tersebut, tidak hanya tersedia kebutuhan pokok dari BUMN dan swasta, tapi juga produk lokal warga. Mulai dari telur, ayam, garam, hingga beras khas Tuban dipajang di rak-rak toko. Ferry menilai hal ini menjadi bukti nyata bagaimana koperasi bisa menjadi pasar bagi hasil bumi masyarakat sekitar.
Selain itu, koperasi juga membuka layanan simpan pinjam, apotek, hingga agen BRI Link. Dari catatan pengurus, sudah ada 1.200 anggota aktif dari sekitar 4.000 warga produktif Desa Pucangan. Artinya, sekitar 20 persen penduduk telah bergabung.
“Semakin banyak warga yang ikut, manfaat koperasi akan semakin terasa. Keuntungan yang diperoleh koperasi nantinya kembali lagi ke anggota, yaitu masyarakat desa itu sendiri,” jelasnya.

Kehadiran koperasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Sejumlah pemuda desa kini bisa bekerja sebagai karyawan di koperasi. Hal ini, menurut Ferry, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Ferry juga menyinggung peran Pondok Pesantren Sunan Drajat yang sudah lebih dulu mengelola koperasi dengan skala besar. Dia berharap koperasi pesantren itu dapat menjadi “kakak asuh” bagi koperasi-koperasi desa yang baru merintis.
“Pengalaman dari koperasi pesantren ini bisa ditransfer ke koperasi desa. Jadi ada pembimbingan, ada yang mendampingi agar koperasi baru lebih cepat berkembang,” terangnya.
Kemenkop UKM Bakal Libatkan Sarjana dalam Program Business Assistant
Tidak hanya itu, Kemenkop UKM juga menyiapkan program Business Assistant yang akan melibatkan para sarjana. Mereka bakal mendampingi pengurus koperasi dalam mengelola usaha secara lebih profesional.
Sementara itu, dukungan BUMN juga terus mengalir. BRI, misalnya, memberikan fasilitas layanan perbankan sekaligus edukasi bagi pengurus koperasi. Bank-bank Himbara lainnya pun disebut siap terlibat dalam pembiayaan serta pelatihan pencairan pinjaman.
Dengan sistem yang terus diperbaiki, Ferry optimistis keberadaan Koperasi Desa Merah Putih bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dia menekankan, semakin mandiri koperasi desa, semakin kuat pula perekonomian desa.
“Kalau koperasi desa berkembang, hasilnya akan langsung kembali ke anggota. Inilah yang kita harapkan, kemandirian ekonomi desa yang berdampak luas,” pungkas Ferry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








