TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menyatakan komitmen mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Langkah ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, menegaskan Pemkab akan all out mengawal program ini. Ia menyebutkan, seluruh desa di Tuban sudah memiliki badan hukum koperasi. Tinggal memperkuat fungsi koperasi agar benar-benar memberi manfaat nyata.
“Dari 311 desa di Kabupaten Tuban, secara badan hukum sudah berdiri semua. Tinggal kita dorong agar minimal satu atau dua KDMP bisa menjadi pionir di setiap kecamatan,” ujar Budi Wiyana, Sabtu (13/9/2025).
Budi menambahkan, saat ini sudah ada beberapa KDMP yang bisa dijadikan contoh. Seperti KDMP Pucangan di Kecamatan Montong, KDMP Rengel di Kecamatan Rengel, dan KDMP Karangagung di Kecamatan Palang. Ke depan, Pemkab berharap koperasi serupa bisa berkembang di desa-desa lain sesuai potensi lokal masing-masing.
BACA JUGA: Ngaku Grogi di Depan Presiden, Kades Salah Ucap di Tuban Minta Ponpes Sunan Drajat Kembali Dukung Koperasi Desa Merah Putih
“Tidak bisa disamaratakan. Setiap desa punya karakter dan potensi yang berbeda. Pemkab akan membantu memetakan mana yang paling cocok. Prinsipnya, koperasi harus berjalan dengan risiko kecil tapi manfaat besar,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab juga membuka peluang kerja sama KDMP dengan bank-bank Himbara. Dengan begitu, koperasi bisa menjadi agen resmi layanan perbankan, memudahkan masyarakat desa dalam mengakses transaksi keuangan.
Pemkab Tuban melihat fakta ini sebagai bukti bahwa koperasi bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa. Dengan pengelolaan yang profesional, KDMP bukan hanya sekadar toko sembako atau layanan simpan pinjam, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang menyejahterakan warga.
“Kami berharap keberadaan KDMP benar-benar berkelanjutan, menjadi wadah bersama yang menumbuhkan kemandirian desa,” imbuhnya.
Dukungan Pemkab Tuban ini sejalan dengan pesan Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Joko Julianto, yang baru saja meninjau KDMP Pucangan, Kecamatan Montong. Ferry menekankan bahwa koperasi desa harus mampu menyerap produk lokal sekaligus memberikan manfaat langsung bagi anggotanya.
BACA JUGA: Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Mojokerto Ditarget Aktif Sebelum Akhir Tahun
“Kalau koperasi desa berkembang, hasilnya akan kembali ke anggota, yaitu masyarakat desa itu sendiri. Inilah yang diharapkan Presiden Prabowo agar KDMP bisa menjadi penggerak ekonomi desa,” kata Ferry.
Ia juga mencatat, dari 4.000 penduduk produktif di Desa Pucangan, sudah ada 1.200 warga yang bergabung menjadi anggota KDMP. Artinya, sekitar 20 persen masyarakat sudah merasakan manfaat koperasi.
Dukungan pemerintah pusat akan terus mengalir. Mulai dari pendampingan lewat koperasi pesantren yang sudah lebih dulu mapan, hingga penempatan business assistant dari kalangan sarjana untuk membantu pengelolaan koperasi desa.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemkab, pesantren, BUMN, dan masyarakat desa, KDMP di Tuban diharapkan tumbuh pesat. Tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tapi juga model penguatan ekonomi desa di Indonesia,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurochim
Editor: Darmadi Sasongko








