MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menargetkan Koperasi Desa Merah Putih beroperasi total sebelum akhir tahun 2025.
Sementara itu, langkah ini diawali dengan dibukanya 2 Kopdes di Gempolkrep, Gedeg dan Ketapanrame, Trawas.
“Seluruh kecamatan sudah siap dari sisi administrasi. Kami target 30 kopdes sudah aktif pada Agustus, untuk November menjadi 150 Kopdes, sehingga akhir tahun nanti seluruh desa atau kelurahan sudah aktif,” terang Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa melalui keterangan resmi, Selasa (22/07/2025).
Model distribusi logistik kopdes Merah Putih sendiri berasal dari sumber utama, meliputi Pertamina, Bulog, Pupuk Indonesia, hingga Gempolkrep. Komoditas yang tersedia pada koperasi tersebut diantaranya beras, gas elpiji, pupuk hingga gula. Pemangkasan jalur distribusi diklaim mampu menekan harga jual komoditas.
“Bukan sekadar koperasi. Solusi supaya warga desa setempat mendapat harga terjangkau ketika membeli kebutuhan sehari-hari,” tandas Bupati Albarraa.
Tidak hanya menyediakan komoditas pokok, kopdes Merah Putih turut menyediakan layanan pendukung kesehatan yakni apotek serta akses keuangan melalui bank yang masuk dalam jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, Mandiri, dan BNI. Layanan pendukung ini disiapkan agar kopdes Merah Putih tidak hanya berfokus pada sektor distribusi barang, namun juga menjadi wadah bagi warga untuk mendapat akses kesehatan dan keuangan.
Masib kata Bupati Albarraa, terkini 304 desa dan kelurahan di Kabupaten Mojokerto telah merampungkan asas legalitas kopdes Merah Putih, seperti berkas pengesahan badan hukum, akta pendirian, nomor rekening bank, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB). “Masuk tahap aktivasi dan distribusi,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








