SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menggagas pemasangan alarm keamanan di setiap balai RW sebagai sistem peringatan dini ketika terjadi ancaman atau gangguan di lingkungan masyarakat.
Rencana ini mendapat dukungan dari Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo. Menurutnya, alarm di balai RW bisa menjadi langkah strategis dalam membangun sistem sinyal cepat di tingkat kampung.
“Gagasan alarm di balai RW itu bagus sebagai sinyal cepat. Tetapi, harus dibarengi dengan mendengarkan masukan serta respon warga, terutama pengurus kampung dari RT hingga LPMK, supaya tujuan dari rencana Pemkot ini benar-benar tercapai,” kata Cahyo, Sabtu, 13 September 2025.
Tak hanya itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya tersebut menekankan, Pemkot perlu menyiapkan program ini secara menyeluruh. Mulai dari fungsi teknis sistem, kesiapan operasional, integrasi dengan aparat keamanan, hingga kejelasan alokasi anggaran.
“Perawatan dan SOP yang detail juga harus diperhatikan, agar alarm ini betul-betul memberi manfaat bagi warga, bukan sekadar formalitas,” tegas Cahyo.
BACA JUGA: DPRD Kota Surabaya Dorong Kolaborasi Negeri-Swasta dan Sosialisasi Lebih Masif
Lebih lanjut, Cahyo menyebut bahwa kemungkinan besar program tersebut baru bisa diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Pasalnya, pembahasan APBD Perubahan 2025 saat ini masih dalam proses harmonisasi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Sepertinya nanti akan dibahas di APBD 2026, karena APBD Perubahan sekarang sudah berproses di Gubernur Jatim,” jelasnya.
Ia berharap, Pemkot Surabaya benar-benar menyiapkan kajian matang serta melibatkan seluruh pengurus kampung dalam perencanaan ini.
“Semoga dengan adanya program alarm di balai RW, keamanan dan kenyamanan masyarakat Surabaya bisa semakin terjaga,” pungkas Cahyo. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








