MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk melakukan transformasi terhadap transportasi publik dengan menjadikan Angkutan Kota (Angkot) sebagai angkutan sekolah gratis bagi pelajar di Kota Malang.
Angkot dalam perkembangan teknologi saat ini tak dapat dipungkiri mulai terpinggirkan dengan keberadaan transportasi online. Kondisi fasilitas angkot yang ala kadarnya kian membuat minat masyarakat terhadap angkot semakin berkurang.
Belum bangkit pula dari persaingan dengan bus sekolah gratis, baru-baru ini mencuat wacana operasional bus Trans Jatim di Kota Malang. Kondisi ini tentu akan membuat jumlah penumpang angkot berpotensi semakin berkurang.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyarankan Pemkot Malang melakukan penataan transportasi publik yang efektif tanpa mengabaikan pemberdayaan masyarakat, terutama pengemudi angkot.
BACA JUGA: Tatap Penyusunan APBD 2026, DPRD Kota Malang Komitmen Prioritaskan Kebijakan Strategis untuk Rakyat
“Saya sudah pernah menyuarakan, coba selain bus sekolah, mungkin juga bisa berkolaborasi dengan angkot yang saat ini kurang berfungsi,” ucapnya.
Ia berharap fasilitas transpotasi publik di Kota Malang semakin baik. Namun tidak mematikan mata pencaharian masyarakat yang masih bergantung pada angkot.
“Kita harus hidupkan kembali angkot. Bagaimana membuat satu jaringan transporasi untuk anak anak sekolah tak hanya SD, SMP, tapi juga mahasiswa,” ujarnya.
Amithya memandang bahwa angkot masih memungkinkan untuk mengakses jalur jalur kecil untuk penunjang transpotasi para pelajar di penjuru Kota Malang.
“Angkot kan itu bisa masuk ke jalur yang kecil kecil. Ini otomatis membuat struktur transportasi ini tergunakan,” tuturnya.
BACA JUGA: Pandangan Fraksi Soal Perubahan APBD 2025, DPRD Kota Malang Rekomendasikan Optimalisasi PAD
Dikatakan, aktivasi angkutan sekolah gratis bisa berpotensi mengurangi kemacetan di Kota Malang. Jika fasilitas angkot ramah penumpang dan bisa melintasi jalur jalur kecil, maka kendaraan pribadi pelajar di Kota Malang akan berkurang dan prosentase kemacetan berkurang.
“Saya harap ini menjadi keseriusan karena sebetulnya skema ini bisa mengurangi prosentasi kemacetan di Kota Malang,” imbuhnya.
Dia juga memandang bahwa fasilitas fasilitas penunjang transportasi umum seperti halte halte di Kota Malang banyak yang tak terawat dan perlu menjadi perhatian.
“Itu kan karena posisi transportasi lokal (angkot) kita tidak berfungsi,” tandasnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








