Tugujatim.id – Tawaf Wada’ selalu menjadi momen paling mengharukan di setiap umrah. Ini juga yang penulis rasakan saat momen tawaf wada’ bersama rombongan Chatour Travel keberangkatan pada 19 Agustus 2025 dan kepulangan 26 Agustus 2025.
Berikut catatan seri ke-24 dalam program ‘catatan umrah’ berkat kerja sama Chatour Travel dan Tugu Media Group.
Thawaf Wada’ adalah thawaf perpisahan yang dilakukan setelah seseorang selesai melaksanakan rangkaian umrah atau haji. Tawaf wada’ juga sebagai simbol kita akan meninggalkan kakbah dan Kota Makkah.
Rombongan Chatour Travel waktu itu melakukan thawaf wada’ pada pukul 02.00 dini hari. Ini bertujuan agar kita selesai tawaf tujuh putaran di Kakbah, bisa langsung melaksanakan shalat subuh. Awalnya, kami hendak tawaf pukul 23.00, tapi berdasarkan poling di grup akhirnya rombongan memutuskan untuk tawaf pukul 02.00 dini hari.

Kami melakukan tawaf wada’ dengan dipimpin oleh mutowif yang membimbing ibadah kami selama di Makkah dan Madinah yakni Ustadz Mujib. Kami mengeliling kakbah dengan langkah gontai, karena sekitar pukul 10.00 di hari yang sama, kami harus bertolak ke Bandara Jaddah untuk kembali pulang ke Indonesia.
Salah satu doa penulis di tawaf wada’ adalah semoga penulis, keluarga penulis dan teman-teman penulis bisa dimudahkan berziarah ke Makkah dan Madinah. Baik untuk umrah atau haji. Tawaf wada’ sejatinya adalah momen spiritual yang tak hanya pamitan kalau kita segera keluar dari kota Makkah, tapi juga janji untuk kembali. Janji yang terucap melalui do’a-do’a kita yang selalu ingin mengunjungi dua kota suci.
”Ya Allah jangan jadikan kunjungan kami ke kota suci ini, sebagai kunjungan terakhir kami ya Allah,” kata Ustadz Mujib yang memimpin doa setelah tawaf wada’.
”Ampuni dosa kami semua ya Allah, jika dosa kami tidak diampuni, lantas di mana lagi kita harus meminta ya Allah,” imbuhnya.
Setelah selesai tawaf wada’, kami mengabadikan momen dengan foto bersama. Kenangan sembilan hari umrah bersama Chatour Travel begitu berkesan. Terlebih, banyak jama’ah dari kalangan milenial yang seumuran, yang membuat suasana semakin seru dan dan bermakna.
Setelah tawaf wada’ kami shalat subuh di luar area Masjidil Haram. Ini karena menurut Ustadz Mujib, umumnya setelah tawaf wada’, jama’ah tidak boleh shalat dengan melihat kakbah secara langsung.
Setelah shalat subuh, kami melaksanakan aktivitas seperti biasa hingga akhirnya pulang dengan selamat menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Nyaris tidak ada kendala dalam proses kepulangan dan penerbangan sekitar 10 jam.
Kami tiba sekitar pukul 12.00 WIB pada 27 Agustus 2025 di Bandara Juanda. Mayoritas, jama’ah dijemput oleh keluarga masing-masing. Suasana haru dan bahagia menyelimuti pertemuan jama’ah dan keluarga. Ada beberapa agen travel Chatour yang juga ikut serta menjemput jama’ah mereka.”Ini bagian dari pelayanan, jadi saya antar dan jemput di Juanda,” kata salah satu agen Chatour Travel dari Lamongan.(bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Irham Thoriq
Editor: Darmadi Sasongko








