SIDOARJO, Tugujatim.id – Tragedi runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo menyisakan duka mendalam bagi seluruh masyarakat, khususnya para wali santri yang hingga kini terus menunggu kabar proses evakuasi putra mereka yang masih dalam pencarian.
Proses evakuasi terus berlangsung oleh tim SAR Gabungan tanpa henti selama 1×24 jam. Sejak pagi (05/10/2025), pencarian kembali membuahkan hasil di semua sektor dengan jumlah sekitar 19 jenazah, di mana 3 jenazah teridentifikasi.
Berikut Data Korban Jenazah yang Teridentifikasi oleh DVI Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya
Firman Nur, yang ditemukan pada tanggal 03 Oktober 2025 pukul 07.36 WIB, status (MD), klasifikasi A2, usia 13 tahun, asal Surabaya.
M. Azka Abdurrahman, yang ditemukan pada tanggal 03 Oktober 2025 pukul 10.19 WIB, status (MD), klasifikasi A2, asal Surabaya.

Daul Milla, yang ditemukan pada tanggal 03 Oktober 2025 pukul 17.15 WIB, status (MD), klasifikasi A3, usia 13 tahun, asal Surabaya.
H7 – Minggu, 05 Oktober 2025
Berikut data lengkap 19 penemuan korban, pada tanggal 05 Oktober 2025.
Data korban meninggal diperoleh dari Pusat Informasi Basarnas dan disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku On Scene Coordinator (OSC).
Para wali santri yang menunggu tidak bisa tenang dan selalu cemas menunggu kabar hasil evakuasi dan juga hasil dari identifikasi. Mereka selalu memantau papan pusat informasi yang lokasinya berada di Kampus 2 Al Khozini.
Laporan Penemuan Korban – Proses Evakuasi Runtuhnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny.
Penemuan Pagi – Siang
1. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-1 pada pukul 00.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
2. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-2 pada pukul 00.19 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
3. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-3 pada pukul 00.32 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
4. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-4 pada pukul 00.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
5. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-5 pada pukul 00.54 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
6. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-6 pada pukul 01.14 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
7. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-7 pada pukul 01.41 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
8. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-8 pada pukul 01.48 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
9. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-9 pada pukul 02.37 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
10. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-10 pada pukul 03.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
11. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-11 pada pukul 03.24 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A4).
12. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-12 pada pukul 10.52 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A1).
13. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-13 pada pukul 11.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A2).
14. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-14 pada pukul 14.25 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
Penemuan Sore-Malam
15. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-15 pada pukul 15.02 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A2).
16. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-16 pada pukul 15.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A4).
17. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-17 pada pukul 15.28 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
18. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-18 pada pukul 15.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
19. Tim SAR Gabungan menemukan korban jenazah ke-19 pada pukul 16.03 WIB dalam kondisi meninggal dunia (klasifikasi A3).
Dengan demikian, sejak Minggu dini hari, 05 Oktober 2025 pukul 00.24 WIB, s/d malam hari pukul 21:05 WIB dilaporkan oleh Tim SAR Gabungan bahwa total penemuan korban meninggal mencapai 19 orang.
Secara keseluruhan, jumlah korban yang telah dievakuasi mencapai 149 orang, dengan rincian, 104 orang selamat, 45 orang meninggal dunia,
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku On Scene Coordinator (OSC), menjelaskan bahwa proses evakuasi kali ini tidak mudah. Tim harus bekerja dengan sangat hati-hati karena sebagian korban tertimbun material di bawah reruntuhan bangunan.
“Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan, memotong rangka-rangka, baru kemudian bisa mengevakuasi korban dari timbunan material,” jelas Nanang.
Dalam prosesnya, Tim SAR Gabungan menggunakan alat berat dan peralatan ekstrikasi. Penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan besi dan pengangkatan manual demi keselamatan petugas di lapangan.
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.

Operasi SAR hari keenam ini melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, di antaranya:
Kantor SAR Surabaya, BSG, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Sidoarjo dan daerah sekitar, serta sejumlah organisasi potensi SAR seperti PMI, Damkar, Banser, MDMC, LPBI NU, DMC, Hujung Galuh Rescue, dan Resita.
Koordinasi antarinstansi berlangsung intens di bawah kendali Posko Tanggap Darurat Tim SAR Gabungan Ponpes Al Khoziny, dengan fokus mempercepat pencarian di titik-titik prioritas yang masih berpotensi terdapat korban.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus bekerja siang dan malam, dibantu alat berat untuk mengurangi material reruntuhan dan mempercepat proses evakuasi korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fauzan
Editor: Darmadi Sasongko








