TUBAN, Tugujatim.id – Harga Telur di Tuban terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Dari harga normal sekitar Rp26 ribu per kilogram, kini sudah tembus Rp29 ribu per kilogram di tingkat pengecer.
Kenaikan ini mulai terasa sejak memasuki bulan Maulid (Rabiul Awal). Sejumlah pedagang menilai, tren naiknya harga telur memang kerap terjadi menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Khoirul Hadi, penjual telur di toko kelontong miliknya di Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban, mengaku kenaikan ini bisa dipicu oleh musim hajatan yang sedang ramai. Banyak warga menggelar acara seperti khitanan hingga pernikahan, yang biasanya membutuhkan telur dalam jumlah besar.
“Sekarang lagi banyak hajatan, jadi permintaan telur meningkat. Biasanya begini terus sampai bulan depan, nanti baru turun lagi menjelang Desember,” ujar Khoirul saat ditemui, Minggu (06/10/2025).
Khoirul yang melayani pembelian telur secara eceran maupun grosir menuturkan, meski harga naik, stok telur di pasaran masih terbilang aman. Hanya saja, jika tren permintaan tinggi terus berlanjut tanpa tambahan pasokan, bukan tidak mungkin harga akan kembali melonjak.
pria berkacamata ini memperkirakan harga telur akan berangsur turun pada akhir tahun nanti, mengikuti pola tahunan yang biasa terjadi.
“Biasanya setelah musim hajatan selesai dan permintaan mulai normal, harga ikut stabil lagi,” tambahnya.
Kenaikan ini mulai dirasakan sebagian masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan ibu rumah tangga yang mengandalkan telur sebagai bahan pokok harian. Mereka berharap harga bisa segera normal agar pengeluaran dapur tidak terus membengkak.
Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan terus memantau pergerakan harga bahan pokok di pasar. Sebab selain telur, beberapa komoditas lain seperti cabai dan beras juga mengalami tren kenaikan serupa dalam beberapa minggu terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








