JEMBER, Tugujatim.id – Wakil DPRD Jember, Widarto, menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto, namun mengkritisi berbagai persoalan tata kelola yang masih mengemuka.
Widarto menilai MBG merupakan program strategis untuk menyiapkan generasi emas 2045 dengan dampak ekonomi yang signifikan, mencapai lebih dari Rp1 triliun rupiah per hari secara nasional.
Namun, ia menyoroti beberapa kelemahan mendasar dalam implementasi program ini. Kritik utama yang disampaikan adalah belum adanya Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) pada dapur-dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Di Jember, hampir seluruh dapur belum memiliki SLHS dan sertifikat keamanan pangan, padahal mereka sudah beroperasi,” ungkap Widarto pada Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, ketiadaan sertifikat ini menyebabkan belum adanya quality control yang berkelanjutan, mulai dari sanitasi, kualifikasi pengolah makanan, standar bahan baku, hingga distribusi.
Politisi dari fraksi PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan bahwa regulasi yang menaungi program ini masih minim. Saat ini baru ada satu Perpres tentang Badan Gizi Nasional (BGN), sementara Perpres tentang tata kelola diperkirakan baru akan turun dalam beberapa minggu ke depan.
Terkait variasi menu, Widarto menekankan pentingnya keseimbangan antara menu yang menarik dengan aspek edukatif. Ia mempertanyakan penyajian menu seperti spaghetti dan burger yang menurutnya terlalu kebarat-baratan.
“Bervariasi dan menarik tidak harus kebarat-baratan. Ini menyangkut anak didik kita, harus ada sisi mendidiknya,” jelasnya.
DPRD Jember berencana mengagendakan pertemuan lintas sektor melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappeda, TNI, Polri, dan Satgas Pangan untuk memastikan koordinasi yang lebih baik.
Widarto juga mendorong percepatan pengurusan SLHS yang kini sudah didelegasikan dari Kementerian Kesehatan ke dinas kesehatan daerah. Ia menekankan pentingnya edukasi di sekolah, termasuk kerja sama dengan UKS, untuk menjaga kebersihan lingkungan makan dan pembiasaan cuci tangan.
Selain itu, sertifikasi halal untuk makanan dan standar tempat makan yang sesuai aturan juga menjadi perhatian, mengingat mayoritas penduduk Jember beragama Islam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








