MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Sidoarjo menggandeng Kemenag Kabupaten Mojokerto melakukan pengecekan kelayakan Infrastruktur Ponpes di Mojokerto. Langkah ini, untuk memastikan keamanan dan kelayakan bangunan menyusul peristiwa musala runtuh di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang memakan puluhan jiwa.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa mengatakan bahwa sinergi begitu penting dibangun antara pemda dengan Kemenag Kabupaten Mojokerto. Terutama soal pengecekan bangunan atau infrastruktur lain ponpes.
“Beberapa hari lalu ada peristiwa yang luar biasa, bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo ambruk. Kita berharap tidak terjadi kejadian seperti itu di Kabupaten Mojokerto,” katanya melalui media sosial resmi.
Lebih lanjut, Bupati Al Barraa meminta Kemenag Kabupaten Mojokerto turut menggandeng Dinas PUPR, untuk memantau bangunan dan infrastruktur pondok pesantren.
“Terutama yang mempunyai santri dengan jumlah cukup banyak,” tegas Bupati Al Barraa.
Sebelumnya, bangunan ponpes Al Khoziny Sidoarjo dilaporkan ambruk pada Senin (29/09/2025) sore. Insiden ini terjadi saat santri sedang melaksanakan salat Asar.
Musala yang sedang dalam tahap pembangunan lantai tiga itu runtuh saat proses pengecoran berlangsung. Tumpukan beton dan material bangunan menimpa bagian dalam musala, membuat sejumlah santri terjebak di bawah reruntuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








