SURABAYA, Tugujatim.id – Proses identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Enam jenazah santri berhasil dikenali melalui kombinasi pemeriksaan medis, ciri gigi, hingga tes DNA yang dilakukan secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengumumkan hasil terbaru hingga Rabu, 8 Oktober 2025 malam, tercatat sudah 40 jenazah dari total 67 kantong berhasil teridentifikasi sejak awal operasi pencarian. Sementara 27 kantong jenazah lainnya masih dalam proses analisis mendalam.
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan, mengatakan proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya menggunakan kombinasi metode medis, pemeriksaan properti pribadi, hingga pencocokan gigi dan DNA. Ia juga menyebut kerja tim tidak hanya mengandalkan satu teknik, tetapi kolaborasi lintas disiplin ilmu kedokteran forensik.
“Setiap hasil kami pastikan melalui pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem, serta dikonfirmasi dengan uji DNA yang tingkat akurasinya mencapai 99,999 persen,” kata Khusnan.
Ia menambahkan, foto dan data yang dikirim keluarga korban menjadi penopang penting proses identifikasi, terutama untuk mencocokkan ciri khas wajah dan gigi korban.
“Beberapa korban dapat dikenali dengan cepat karena kesamaan unik pada senyum dan bentuk gigi,” imbuhnya.
Adapun enam korban yang berhasil diidentifikasi, Rabu (8/10/2025) antara lain:
1. Abdus Somad (17), asal Sampang, teridentifikasi melalui medis dan properti.
2. Imam Junaidi (16), asal Bangkalan, teridentifikasi melalui medis dan properti.
3. Mohammad Fajri Ali (14), asal Surabaya, teridentifikasi melalui medis dan properti.
4. Muhammad Nasihudin (15), asal Bangka Belitung, teridentifikasi melalui DNA dan medis.
5. Achmad Suwaifi (15), asal Bangkalan, teridentifikasi melalui DNA dan medis.
6. Mochammad Haikal Ridwan (14), asal Bangkalan, teridentifikasi melalui DNA dan medis.
Dengan 27 kantong jenazah yang masih dalam proses, tim DVI memastikan kerja identifikasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban diketahui dan keluarga dapat menerima kepastian.
“Fokus kami adalah memberikan jawaban bagi keluarga korban secepat dan seakurat mungkin,” pungkas Khusnan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








