JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam (BKI) dari Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember berhasil mengharumkan nama almamater di kancah internasional. Silfianindi Putri Munandar membawa pulang medali emas dari SEIBA Festival Internasional 2025 yang berlangsung di UIN Imam Bonjol Padang akhir September lalu.
Kompetisi yang mempertemukan talenta vokal dari berbagai universitas domestik dan mancanegara ini menempatkan Silfianindi sebagai juara pertama kategori Pop Solo International. Penampilan vokalisnya yang penuh penghayatan dan kekuatan emosional berhasil menaklukkan hati juri.
Putri asal Jember ini mengungkapkan bahwa keputusannya mengikuti ajang tersebut didorong oleh keinginan kuat untuk mengeksplorasi kemampuan dan memperkaya pengalaman di ranah seni suara.
“Tujuan utama saya berpartisipasi di SEIBA adalah untuk menggali lebih dalam potensi yang saya miliki serta mendapat pembelajaran berharga dalam dunia tarik suara,” terang Silfianindi pada Sabtu (11/10/2025).
Perjalanan menuju podium juara, menurutnya, penuh dengan rintangan. Ia harus melewati rangkaian persiapan intensif yang meliputi latihan rutin, penguatan mental, hingga pemeliharaan kondisi tubuh agar bisa tampil prima saat kompetisi.
Hambatan paling berat yang ia alami adalah bagaimana meresapi setiap bait lagu hingga mampu membangkitkan emosi audiens dan menyampaikan pesan yang terkandung dalam syair dengan sempurna.
“Kunci saya adalah latihan eksplorasi vokal secara terus-menerus dan menjaga kualitas penampilan supaya setiap lagu yang saya bawakan benar-benar bermakna dan mampu menyentuh perasaan pendengar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Silfianindi menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas sokongan luar biasa dari lingkungan kampus, para pengajar, keluarga, dan teman-teman dekat yang tak henti memberikan motivasi serta doa.
“Kampus memberikan kesempatan untuk berkembang, para dosen membimbing dengan sabar, dan keluarga selalu ada di belakang saya. Tanpa kehadiran mereka, saya tidak akan mampu sampai di titik ini,” ucapnya penuh emosi.
Menurutnya, antara pencapaian akademik dan prestasi non-akademik terdapat keterkaitan yang saling memperkuat. Keduanya berperan penting dalam proses penemuan jati diri mahasiswa dan persiapan menghadapi tantangan ke depan.
“Baik prestasi maupun pendidikan memiliki nilai yang setara. Kombinasi keduanya membentuk kepribadian, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuka peluang untuk terus bertumbuh,” paparnya.
Ia juga menyemangati rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk tidak segan menunjukkan bakat yang dimiliki dan jangan pernah takut menghadapi kegagalan dalam proses berkarya.
“Yakini apa yang ada dalam diri kalian. Setiap individu memiliki keunikan tersendiri yang bisa menjadi pintu gerbang menuju kesuksesan,” pesannya kepada generasi muda.
Berbicara tentang masa depan, Silfianindi memiliki impian ganda: menjadi tenaga pendidik tingkat dasar sekaligus instruktur vokal, karena kedua profesi tersebut sangat sesuai dengan minat dan prinsip hidupnya.
“Cita-cita saya adalah mengajar anak-anak dan berbagi ilmu vokal, karena kedua hal itu memiliki kekuatan untuk menyentuh jiwa dan membangkitkan inspirasi bagi orang lain,” katanya.
Pencapaian gemilang Silfianindi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UIN KHAS Jember. Prestasi internasional ini memperlihatkan bahwa mahasiswa dari fakultas dakwah mampu berkompetisi dan unggul di pentas global.
Lewat dedikasi dan kerja kerasnya, Silfianindi membuktikan bahwa menyebarkan nilai-nilai kebaikan tidak melulu harus melalui ceramah atau tulisan, melainkan juga dapat disampaikan melalui karya seni dan talenta vokal yang menginspirasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








