• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
DPRD Surabaya.

Potret si anak gajah Rocky di Kebun Binatang Surabaya yang disorot DPRD Surabaya. (Foto: dok Pemkot Surabaya)

DPRD Surabaya Desak KBS dan Pemkot Bertanggung Jawab atas Dugaan Eksploitasi Anak Gajah Rocky

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Polemik dugaan eksploitasi anak gajah bernama Rocky di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang viral di media sosial menjadi sorotan berbagai pihak. Diantaranya Komisi B DPRD Surabaya yang mulai angkat bicara.

Anggota dewan menilai tindakan tersebut tidak pantas dan menuntut adanya tanggung jawab dari pihak pengelola KBS maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

You might also like

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13/06/2026 12:15 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo menegaskan, tindakan menunggangi gajah yang masih berusia sangat muda bisa dikategorikan sebagai bentuk eksploitasi satwa.

Dia menilai, pengelola KBS seharusnya memiliki pemahaman mendalam mengenai perbedaan antara gajah dewasa dan anak gajah, serta mengutamakan kesejahteraan hewan di atas kepentingan komersial.

“Kita ini harus tahu diri. Mana gajah yang sudah dewasa, mana yang masih kecil atau baru lahir. Jangan sampai gajah yang masih bayi dipaksa cari duit,” ujar Agoeng, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Diah, Anak Gajah Betina Comel di Batu Secret Zoo

Menurut dia, praktik seperti itu dapat mencederai prinsip konservasi yang selama ini dijunjung tinggi KBS. Dia mengingatkan agar manajemen menunggu hingga satwa mencapai usia yang layak sebelum dilibatkan dalam kegiatan interaksi publik.

“Kalau masih kecil, jangan dulu dipaksa. Tunggu sampai besar dan layak. Saya takutnya nanti ada binatang lain yang baru lahir, lalu ikut diperlakukan seperti ini hanya demi pendapatan,” imbuhnya.

Selain menyoroti pihak KBS, Agoeng juga menegaskan bahwa Dewan Pengawas KBS harus turut bertanggung jawab. Dia menilai fungsi pengawasan terhadap manajemen dan pelaksanaan kegiatan di lapangan belum berjalan maksimal.

DPRD Surabaya sorot anak gajah.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo. (Foto: Layla Aini/Tugu Jatim)

“Harusnya Dewan Pengawas tanggap dan mengingatkan. Fungsinya kan memang untuk mengawasi, baik dari sisi manajemen, pelaksanaan di lapangan, maupun kesejahteraan hewannya. Itu semua harus diawasi,” tegas politikus dari Partai Golkar itu.

Agoeng menambahkan, DPRD Surabaya akan mendorong agar pemkot mengevaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan prosedur pelatihan satwa di KBS. Dia menegaskan bahwa KBS tidak boleh mengulangi kesalahan serupa yang bisa mencoreng citra lembaga konservasi.

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk. KBS itu kebanggaan Surabaya, jangan sampai rusak gara-gara praktik yang tidak manusiawi terhadap satwa,” ujarnya.

Inspektorat Panggil Manajemen KBS

Diketahui, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah memerintahkan Inspektorat Kota Surabaya untuk memanggil manajemen KBS guna dimintai klarifikasi.

Eri telah menugaskan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan untuk mengevaluasi internal di KBS. Namun, langkah itu tidak berhenti di tingkat administratif.

DPRD Surabaya sorot anak gajah Rocky.
Anak gajah bernama Rocky di Kebun Binatang Surabaya yang lucu. (Foto: dok Pemkot Surabaya)

“Sudah saya minta Inspektorat memanggil pihak manajemen KBS. Kami ingin tahu kebenaran faktanya, bukan sekadar klarifikasi sepihak,” tegas Eri.

Dia berjanji hasil pemeriksaan akan disampaikan secara terbuka kepada publik, begitu Inspektorat dan Asisten II menyelesaikan proses klarifikasi dan auditnya.

“Kami tidak akan menutup-nutupi. Begitu hasilnya keluar, akan kami umumkan agar masyarakat tahu kebenarannya,” pungkas Eri. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Anak gajah bernama Rocky viralAnak gajah di Kebun Binatang SurabayaBerita Kota Surabaya hari iniKebun Binatang SurabayaKomisi B DPRD SurabayaKota Surabaya hari iniSurabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

ASN

Pemkab Jember Libatkan 22 Ribu ASN untuk Perkuat Branding Daerah di Ruang Digital

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 5:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai mengoptimalkan kekuatan komunikasi digital untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih...

Next Post
Perempuan terbakar.

Terungkap! Suami Siri Tersangka Pembunuh Perempuan Terbakar di Gedangan Malang 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID