• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tanaman okra.

Tanaman okra menjadi primadona petani di Jember hingga tembus pasar Asia Timur. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Tanaman Okra Jadi Primadona Baru Pertanian di Jember yang Tembus Pasar Asia Timur

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Di tengah gencarnya komoditas konvensional, tanaman okra tengah mencuri perhatian sebagai primadona baru pertanian Jember. Meskipun penanamannya masih terbilang jarang di kalangan petani setempat, sayuran eksotis ini justru menjadi incaran pasar internasional, khususnya negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Taiwan, dan Hongkong.

Misbahul Ulum, seorang petani dari Kecamatan Ajung, mengungkapkan bahwa menanam tanaman okra tidaklah serumit yang dibayangkan dan periode panennya relatif singkat.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Baca Juga: Petani Semangka di Selatan Jember Hadapi Kemarau, Tanaman Diserang Jamur tanpa Pupuk Subsidi dan Pendampingan PPL

“Kuncinya ada di sebulan pertama, jaga dari serangan rumput liar dan hama, maka produktivitasnya akan optimal,” terangnya pada Jumat (17/10/2025).

Misbahul menekankan bahwa periode satu bulan awal pertumbuhan adalah momen paling menentukan. Kontrol terhadap tanaman pengganggu dan aplikasi pupuk organik menjadi faktor utama agar okra berkembang dengan baik dan tahan terhadap kerusakan.

Tanaman okra di Jember.
Para petani Jember panen okra. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Pasca fase penanaman perdana, pemberian pupuk NPK dengan komposisi seimbang dilakukan secara berkala. Kondisi tanah Jember yang subur dengan tingkat keasaman antara 6 hingga 6,8 dinilai ideal untuk kultivasi okra karena sistem drainasenya yang baik.

Tanaman okra mulai menghasilkan buah di rentang usia 45 hingga 50 hari. Menariknya, aktivitas panen berlangsung setiap hari karena buahnya muncul secara kontinu tanpa periode jeda yang panjang.

“Dari area seluas satu hektare, kami bisa memanen 350 hingga 400 kilogram per hari. Seluruh hasil panen langsung ditampung Mitratani 27 untuk kemudian diekspor ke mancanegara,” papar Misbahul.

Segudang Manfaat pada Sayuran Okra

Destinasi ekspor utamanya meliputi Jepang, Taiwan, dan Hongkong. Okra berukuran mini dihargai Rp6.500 per kilogram, sedangkan yang berukuran jumbo dijual sekitar Rp3.000 per kilogram.

Harga jual yang menggiurkan ini sejalan dengan kandungan gizi okra yang luar biasa. Sayuran berwarna hijau ini sarat akan vitamin A, C, serat pangan, magnesium, dan antioksidan, bahkan diyakini efektif menurunkan tingkat gula darah.

“Saya sendiri mengonsumsinya tiap hari. Bisa dimakan mentah, teksturnya renyah dan khasiatnya melimpah,” ungkapnya seraya menunjukkan hasil kebunnya.

Dia mengharapkan masyarakat Jember mulai tertarik pada okra, bukan hanya sebagai komoditas ekspor, melainkan juga untuk konsumsi pribadi mengingat segudang manfaat kesehatannya.

“Lahan kita mendukung, pasarnya terbuka lebar, manfaatnya luar biasa. Akan sangat disayangkan jika peluang emas ini tidak kita optimalkan,” tutupnya penuh harap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniManfaat sayuran okraPetani okra di JemberTamanan okra di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Santri di Mojokerto.

Santri di Mojokerto Bawa 7 Tuntutan Tayangan Trans7 saat Geruduk Kantor DPRD

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID