KEDIRI, Tugujatim.id – Baru-baru ini, sebanyak seribu penjamah makanan dari 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Kediri mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pada 18 dan 19 Oktober 2025. Bimtek SPPG Kediri berlangsung di Insumo Palace Hotel.
Acara SPPG Kediri ini diinisiasi oleh Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Makanan Bergizi Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN).
Pelatihan ini fokus membekali para penjamah makanan agar lebih kompeten dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan kualitas makanan bergizi yang disalurkan ke sekolah-sekolah. Selain itu, juga mendukung program utama Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang semakin berkembang.
Baca Juga: Rekomendasi Hotel Terbaik di Kediri untuk Kenyamanan Perjalanan Anda
Kabid Pembinaan Dikdas Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono menyampaikan, program MBG telah dirasakan manfaatnya oleh 33.243 siswa di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Kediri.
“Ini tingkat PAUD, SD, dan SMP yang di bawah kami, Dinas Pendidikan Kota Kediri,” ujarnya.
Menurut Achmad, program MBG sangat membantu meningkatkan konsentrasi siswa ketika proses belajar mengajar di kelas. Selain itu, siswa juga diberi edukasi tentang gizi makanan.
Pelatihan SPPG Kediri tersebut turut menjadi langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas program makanan bergizi gratis (MBG) di daerah, khsususnya bagi siswa PAUD, SD, dan SMP.
Meski begitu, Achmad mengakui masih ada beberapa kendala di lapangan. Terlebih, keracunan MBG di berbagai kota membuat pihaknya lebih berhati-hati. Dia memahami, program MBG merupakan program baru.
Sehingga, dia menegaskan hal tersebut langsung menjadi bahan evaluasi bersama.
“Ada tentunya sekolah yang melaporkan kalau MBG yang di terima ada yang basi, lalu roti berjamur, dan lain sebagainya. Ini pun sudah disampaikan ke SPPG terkait biar menjadi evaluasi mereka,” jelasnya.
SPPG Lebih Kompeten usai Pelatihan
Dengan adanya pelatihan penjamah makanan ini bisa menjadikan SPPG di Kota Kediri lebih kompeten.
“Ini jawaban dari kekurangan program MBG. Bagaimana BGN menjawab keresahan masyarakat agar SPPG itu semakin tahun semakin baik,” sambung dia.
Lebih jauh, bimtek penjamah makanan turut diisi berbagai materi dari pemateri yang kompeten. Salah satunya, Fenti Indah Nirwana, perwakilan BPOM Kota Kediri.
Dalam paparannya, Feni menyampaikan materi terkait Keamanan Pangan dan Standardisasi penyimpanan serta pengolahan pangan siap saji yang tepat.
“Prinsip umum dari kesehatan makanan adalah bagaimana kita menjaga kebersihan dan penyajian. Dan penyimpanan bahan mentah yang baik, terorganisasi, dan benar,” tambah Fenti. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








