KOTA MALANG, Tugujatim.id – Kesuksesan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian legislatif. DPRD Kota Malang menekankan pentingnya gotong royong seluruh stakeholder dalam mensukseskan program MBG di Kota Malang.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyampaikan bahwa gotong royong dari seluruh pihak bisa menjadi faktor penting dalam menyukseskan program MBG.
“Saya menyampaikan bahwa harus saling bergotong royong untuk bisa bersama memastikan program ini berhasil,” kata Amithya.
Melalui gotong royong, Amithya menyebut bahwa segala persoalan yang muncul terkait pelaksanaan program ini bisa secepat teratasi.
Hal ini berkaca dari munculnya temuan dugaan lauk basi dalam menu MBG di salah satu sekolah di Kota Malang beberapa waktu lalu. Demi keselamatan siswa, distribusi paket MBG itu dikembalikan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lantaran tak layak konsumsi.
Temuan itu kemudian segera direspon Dinkes Kota Malang dengan mengambil sample makanan untuk diuji di laboratorium hingga pengecekan proses produksi dan pelaksanaan SOP di SPPG bersangkutan.
Amithya juga mengapresiasi pihak sekolah di Kota Malang yang juga mulai memperketat pengawasan. Para guru didorong untuk mengecek ulang distribusi MBG sebelum dibagikan ke siswa.
“Semuanya mempelajari kekurangannya dimana. Sehingga tidak sampai terulang lagi. Alhamdullilah tidak sampai ada keracunan,” ujarnya.
Meski demikian, Amithya menyatakan temuan menu MBG dalam kondisi basi menjadi alarm bagi Pemkot Malang agar memperketat pengawasan terhadap segala bentuk operasional SPPG.
Mulai memastikan kualitas bahan baku, kebersihan dapur, alat makan dan memasak, hingga ketepatan jam pendistribusian paket makanan ke sekolah.
DPRD Kota Malang menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara pemkot dan para pengelola SPPG untuk merumuskan strategi mengantisipasi munculnya berbagai temuan yang berpotensi menghambat kesuksesan program Makan Bergizi Gratis.
“Kami sebenarnya ingin bisa berkomunikasi dengan teman teman SPPG untuk menyampaikan bagaimana tentang mitigasi dan mengetahui kendala seperti apa. Itu kan harus dirembuk bersama,” tandasnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








