JEMBER, Tugujatim.id – Mengasuh dan mendidik buah hati bukan sekadar kewajiban duniawi, melainkan dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Hal tersebut disampaikan oleh Ghyta Eka Puspita (Ning Gyta) selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Jember ketika memberi arahan kepada kader PKK dari lima kelurahan di wilayah Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.
Dalam paparannya, istri Bupati Jember Muhammad Fawait ini menekankan bahwa fondasi spiritual perlu ditanamkan dalam setiap fase kehidupan rumah tangga.
Dari membangun mahligai hingga membesarkan generasi penerus, semuanya akan terasa ringan bila didasari kesadaran spiritual dan ketulusan hati.
“Coba renungkan, apa makna sebenarnya dari kehadiran putra-putri kita? Sesungguhnya ini bagian dari pengabdian kepada Allah. Masa-masa mengandung, bersalin, hingga menyusui bukanlah perjalanan yang mudah,” ungkap Ning Ghyta di acara yang menjadi rangkaian program Bunga Desaku di Kecamatan Panti pada hari Minggu (26/10/25).
Perempuan yang akrab disapa Ning Ghyta ini melanjutkan, setiap jerih payah seorang perempuan dalam membesarkan anak, termasuk terjaga di tengah malam atau merawat si kecil yang sedang rewel, adalah wujud dedikasi yang memiliki nilai spiritual tinggi.
“Saat larut malam si buah hati terbangun dan perlu diganti popoknya, lakukanlah dengan hati yang lapang karena Allah. Suami pun bekerja keras mencari rezeki sebagai bentuk ibadah. Dengan begitu, kehidupan keluarga akan dipenuhi ketenangan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, istri orang nomor satu di Jember ini juga mengkritisi kebiasaan sebagian orang tua yang terlalu cepat menyerahkan gawai kepada anak demi meredam tangisan mereka.
“Ketika anak menangis keras atau mengamuk, langsung diberi telepon genggam agar tenang. Ini kurang tepat. Sebenarnya ada metode pengasuhan yang lebih baik, nanti kita bisa belajar bersama,” ucapnya.
Ning Ghyta mengungkapkan harapannya agar organisasi PKK di Kabupaten Jember ke depan mampu menggelar lebih banyak program pelatihan yang membekali para ibu dengan pengetahuan tentang pola asuh yang mendukung pertumbuhan anak secara maksimal.
“Ke depan, saya ingin berbagi pengalaman dan wawasan bersama ibu-ibu semua di kesempatan mendatang,” tuturnya.
Di akhir sesi, Ning Ghyta mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur dan memaknai setiap momen bersama anak dengan penuh kebahagiaan.
“Hayatilah setiap tahapan ini, bersyukurlah karena masih banyak wanita di luar sana yang mendambakan kehadiran buah hati. Rasakan setiap rengekan, setiap air mata mereka, karena suatu saat nanti ketika mereka dewasa, momen-momen itulah yang akan kita rindukan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








