TUBAN, Tugujatim.id – Kasus motor mogok di Tuban, Jatim, usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite di kian meluas. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah warga Kabupaten Tuban yang mengalami gangguan serupa terus bertambah.
Mereka mengeluhkan motor mogok di Tuban tiba-tiba brebet, kehilangan tenaga, bahkan mati total setelah mengisi bensin di SPBU sekitar kota.
Lonjakan keluhan itu membuat sejumlah bengkel, termasuk AHASS MPM Motor Tuban di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, dipenuhi antrean kendaraan sejak pagi hingga sore. Suara obeng dan mesin terdengar nyaris tanpa henti.
Baca Juga: Warga Tuban Keluhkan Sepeda Motor Mogok Usai Isi Pertalite
“Sekarang tiap hari bisa lebih dari 50 motor datang. Kemarin aja sampai habis sekitar 30 busi,” ujar Kepala Mekanik AHASS MPM Motor Tuban Slamet pada Rabu (29/10/2025).
Slamet menjelaskan, kasus ini mulai muncul sejak Jumat pekan lalu dan semakin ramai di awal pekan. Menariknya, banyak motor yang rusak justru merupakan unit baru yang jarak tempuhnya masih di bawah 1.000 kilometer.
“Banyak motor baru, kilometer masih 100 sampai 700. Tapi tiba-tiba brebet, gas nggak mau naik, bahkan mati. Setelah dicek, businya hitam dan percikan apinya nggak fokus di satu titik,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar kerusakan terjadi di sistem pengapian. Solusi sementara yang dilakukan bengkel adalah mengganti busi dan menguras tangki bahan bakar.
“Kalau busi sudah diganti tapi tetap pakai Pertalite, biasanya besok balik lagi dengan keluhan yang sama. Tapi kalau diganti Pertamax, sejauh ini aman,” imbuhnya.
Sejumlah mekanik di bengkel lain juga melaporkan hal serupa. Mereka menduga ada masalah pada kualitas bahan bakar, seperti kemungkinan tercampur air atau kotoran yang membuat pembakaran di mesin tidak sempurna.
Fenomena ini mendapat perhatian serius dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Pihaknya langsung menurunkan tim untuk mengambil sampel bahan bakar dari beberapa SPBU di Tuban yang dilaporkan warga guna diuji di laboratorium.
Pertamina Bakal Menindaklanjuti Laporan Warga
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan yang masuk dan memastikan kualitas BBM sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Kami sudah mengambil sampel dari SPBU yang dilaporkan serta dari terminal penyimpanan di Tuban dan Surabaya. Semua sedang diuji untuk memastikan produknya sesuai spesifikasi Kementerian ESDM dan BPH Migas,” ujarnya.
Pertamina juga membuka posko layanan di Tuban untuk menampung laporan warga terdampak. Selain itu, pengawasan berlapis terhadap distribusi BBM terus dilakukan setiap hari di seluruh SPBU.
“Kami minta masyarakat tidak panik. SPBU kami tetap menjalankan uji kualitas produk setiap pagi sebelum menyalurkan BBM,” tegas Ahad.
Hingga kini, uji sampel BBM masih berlangsung. Sementara itu, jumlah kendaraan bermasalah yang masuk ke bengkel terus bertambah. Warga berharap hasil pemeriksaan segera keluar agar mereka bisa kembali merasa tenang saat mengisi bahan bakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








