Tugujatim.id – Di tengah maraknya promosi ‘umroh mandiri murah’ yang ramai beredar di media sosial, Chatour Travel mengambil langkah unik sekaligus edukatif.
Biro perjalanan ibadah yang berkantor pusat di Gresik dan mempunyai ratusan agen diberbagai daerah ini menggelar sayembara Umroh Mandiri Rp17 Juta, sebagai upaya memberikan pembuktian nyata dan meluruskan persepsi publik tentang biaya umroh yang realistis dan aman.
Langkah ini menjadi respons Chatour terhadap disahkannya Undang-Undang Umroh Mandiri, yang memungkinkan masyarakat menunaikan ibadah tanpa melalui biro perjalanan resmi.
Alih-alih menolak kebijakan tersebut, Chatour Travel, biro perjalanan haji dan umroh terpercaya yang berdiri sejak 2008 justru memilih berperan sebagai pihak yang memberikan literasi ibadah aman, agar umat tidak terjebak pada tawaran yang menyesatkan atau tidak masuk akal.
Direktur Utama Chatour Travel, H. Khusaini Basir, menyebut langkah pemerintah ini bisa menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk lebih fleksibel dalam menunaikan ibadah.
Namun, ia menegaskan bahwa keputusan untuk berangkat umroh secara mandiri tidak bisa dilakukan tanpa pemahaman dan kesiapan yang matang.

“Kami tidak menolak adanya kebijakan umroh mandiri. Tapi masyarakat perlu betul-betul memahami risiko dan kesiapan yang dibutuhkan. Jangan hanya tergiur biaya murah tanpa tahu realitasnya di lapangan,” jelas H. Khusaini kepada Tugujatim.id.
Respons Edukatif Chatour Travel: Bukan Menolak Tapi Mencegah Risiko
Menanggapi dinamika tersebut, Chatour Travel meluncurkan kampanye edukatif yang cukup menarik perhatian publik lewat poster bertuliskan “Chatour Tidak Menolak UU Umroh Mandiri. Siap Ganti Biaya Perjalanan 100% Jika Bisa Membuktikan Umrah Mandiri dengan biaya Rp 17 juta untuk minimal umrah 9 hari!”
Menurut Khusaini, kampanye ini bukan bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah, melainkan respon preventif terhadap potensi negatif yang mungkin muncul di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Tawaf Wada’ Jama’ah Chatour Travel, Sebuah Janji untuk Kembali (24)
“Sejak kebijakan ini disahkan, kami melihat mulai bermunculan banyak konten yang menyesatkan dan cenderung provokatif. Misalnya, promosi umroh mandiri dengan biaya Rp10 juta, Rp15 juta, bahkan Rp17 juta. Ini sangat berisiko dan berpotensi menjadi modus penipuan,” ujarnya.
Risiko Umroh Mandiri: Murah Belum Tentu Aman
H. Khusaini menjelaskan, perjalanan umroh bukan sekadar wisata spiritual, tetapi perjalanan lintas negara yang melibatkan banyak aspek teknis, seperti administrasi visa, akomodasi, transportasi, hingga pemahaman budaya setempat.

“Kalau jamaah tidak memahami medan dan sistem di Arab Saudi, mereka bisa bingung, cemas, bahkan menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab. Banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan umroh mandiri, dan masyarakat harus benar-benar waspada,” katanya.
Menurut dia, masyarakat sebaiknya berhati-hati terhadap ajakan umroh murah yang tidak masuk akal. Biaya yang ditawarkan perlu dihitung secara realistis berdasarkan kebutuhan riil seperti tiket pesawat, visa, hotel, konsumsi, dan transportasi selama di Tanah Suci.
“Dengan Rp17 juta, sangat tidak mungkin bisa menutupi semua kebutuhan jamaah secara layak. Di sinilah pentingnya literasi ibadah agar umat tidak tertipu,” tambahnya.
Sayembara Umroh Mandiri: Tantangan dari Chatour Travel
Sebagai bentuk edukasi publik, Chatour Travel bahkan mengadakan sayembara Umroh Mandiri Rp17 Juta. Tantangan ini ditujukan kepada publik seperti para influencer atau konten kreator yang selama ini menggaungkan narasi “umroh murah”.
Aturan sayembara cukup jelas, yakni peserta diminta membuktikan bahwa mereka bisa melaksanakan umroh mandiri dengan biaya maksimal Rp17 juta.
Mereka wajib mencatat secara rinci seluruh pengeluaran mulai dari tiket, visa, hotel, konsumsi, hingga transportasi selama berada di Arab Saudi. Minimal mereka umrah paket 9 hari dan mendapatkan katering makanan yang layak. Semua laporan akan diverifikasi oleh pihak Chatour Travel untuk memastikan validitas datanya.
BACA JUGA: Padang Arafah yang Romantis dan Umrah dengan Riang Gembira Bersama Chatour Travel (22)
“Kalau memang bisa membuktikan umroh mandiri dengan biaya segitu, kami siap mengganti biaya perjalanan 100%. Tapi kalau ternyata tidak masuk akal, hasilnya akan kami publikasikan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat mendapat informasi yang berimbang,” terang Khusaini.
Sayembara ini sekaligus menjadi langkah transparansi publik agar masyarakat tidak mudah termakan janji palsu. Chatour berharap, hasil dari tantangan ini bisa menjadi sumber informasi valid tentang biaya realistis umroh dan membantu jamaah mengambil keputusan yang tepat.
Edukasi Literasi Ibadah: Umroh Mandiri Boleh Tapi Harus Paham Risikonya
Chatour Travel menilai bahwa keputusan untuk melaksanakan umroh mandiri bukan hal yang salah. Namun, masyarakat harus memahami arti sebenarnya dari istilah “mandiri”.
“Umroh mandiri dilakukan secara personal, tidak boleh ada pihak yang mengkoordinir atau menghimpun jamaah. Kalau ada yang menghimpun peserta, itu sudah masuk kategori ilegal. Hanya PPIU berizin yang boleh menyelenggarakan perjalanan jamaah secara massal,” tegas Khusaini.
Karena itu, Chatour lebih memilih fokus pada pemberian literasi akurat kepada masyarakat Muslim Indonesia. Edukasi ini diharapkan dapat membantu jamaah menilai sendiri apakah mereka siap berangkat secara mandiri, atau lebih aman mempercayakan perjalanan ibadahnya kepada penyelenggara resmi.
BACA JUGA: Program Tajdidun Nikah dari Chatour Travel Jadikan Umrah Kian Bermakna (17)
Dalam praktiknya, biro umroh berizin seperti Chatour Travel wajib memenuhi “5 pasti”:
1. Pasti travel-nya
2. Pasti jadwalnya
3. Pasti pesawatnya
4. Pasti visanya
5. Pasti hotelnya
Namun bagi Chatour, standar tersebut masih belum cukup.
“Kami menambah dua hal lagi: pasti kenyamanannya dan pasti pelayanannya. Dan yang paling penting, pasti berangkat,” tutur Khusaini.
Mengajak Jamaah Lebih Bijak dan Cerdas Memilih
Melalui langkah edukatif dan sayembara terbuka ini, Chatour Travel ingin menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap kebijakan umroh mandiri, melainkan berkomitmen agar masyarakat lebih cerdas dan aman dalam beribadah.
“Kami ingin jamaah Indonesia tidak hanya bisa berangkat, tapi juga kembali dengan pengalaman ibadah yang nyaman dan tenang. Karena esensi umroh bukan sekadar perjalanan, tapi tentang bagaimana hati dan niat kita benar-benar fokus beribadah,” pungkas Khusaini.
Dengan inisiatif ini, Chatour Travel menunjukkan bahwa industri penyelenggaraan ibadah tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga soal tanggung jawab moral dalam menjaga keselamatan dan ketenangan jamaah.
Selama lebih dari 17 tahun, Chatour Travel telah dikenal sebagai biro yang mengutamakan pelayanan cepat, hemat, dan amanah.
BACA JUGA: Berziarah ke Makam Mbah KH Maimoen Zubair di Makkah yang Ternyata Begitu Populer (20)
Setiap keberangkatan adalah misi pengabdian untuk membantu umat menunaikan panggilan Allah dengan tenang dan terarah.
Melalui inovasi layanan seperti Virtual Haramain,Chatour BUMN (Berangkat Umroh Metode Ngangsur), Program Umrah VIP, Chatorur HALAL (Haji Talangan Legal), Chatour COD (Cash on Destination), dan Chatour PUSAKA (Paket Umroh Sedekah).
Selain itu, Chatour Travel memberikan fasilitas full Service, Full Guide pendampingan spiritual selama perjalanan, Chatour Travel terus beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai amanah dan kejujuran yang menjadi dasar berdirinya perusahaan.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai Paket umroh Chatour Travel, calon jamaah dapat mengunjungi agen terdekat, website https://chatourtravel.id/ serta hubungi admin di 0822-2433-2700.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








