TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Tuban mulai turun tangan menindaklanjuti keluhan masyarakat soal sepeda motor mogok usai isi Pertalite. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) bersama Polres Tuban, langkah pengawasan dilakukan untuk memastikan perlindungan konsumen berjalan sesuai aturan.
Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, menyebut pihaknya telah menurunkan tim gabungan ke sejumlah SPBU di wilayah Tuban untuk memeriksa langsung kondisi di lapangan.
Selain itu, Pemkab juga aktif memantau posko pengaduan konsumen yang dibuka oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di SPBU Sleko, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.
“Diskopumdag dan Polres Tuban sudah turun langsung untuk mengecek di beberapa SPBU, termasuk memantau posko pengaduan di SPBU Sleko. Sampai hari ini ada sekitar 50 laporan dari masyarakat,” terang Gunadi, Selasa (29/10/2025).

Gunadi menjelaskan, seluruh aduan tersebut kini sedang dikumpulkan dan dikoordinasikan dengan Pertamina serta instansi pengawas terkait untuk ditindaklanjuti. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan pemerintah daerah terhadap hak-hak konsumen.
“Insyaallah kami terus pantau dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar ada kejelasan penyebabnya. Semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Eks Kasatpol PP dan Damkar Tuban ini juga mengimbau warga yang merasa dirugikan agar segera melapor ke posko pengaduan, dengan menyertakan bukti yang ada. Data tersebut sangat penting untuk memetakan titik-titik SPBU yang terindikasi bermasalah.
“Jangan ragu melapor. Kami butuh data akurat dari masyarakat agar bisa diketahui apakah ini kasus lokal di SPBU tertentu atau ada faktor lain,” tegas Gunadi.
BACA JUGA: Warga Tuban Keluhkan Sepeda Motor Mogok Usai Isi Pertalite
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan bahwa uji laboratorium terhadap sampel BBM dari sejumlah SPBU di Tuban masih berlangsung. Hasilnya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah ada penyimpangan kualitas bahan bakar dari standar yang ditetapkan.
“Kami telah ambil sampel dari SPBU yang dilaporkan warga serta dari terminal penyimpanan. Hasilnya akan kami umumkan setelah proses uji selesai,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Kasus ini menjadi perhatian serius Pemkab Tuban, mengingat dalam beberapa hari terakhir sejumlah bengkel, termasuk AHASS MPM Motor Tuban, melaporkan lonjakan kendaraan yang mengalami kerusakan serupa setelah mengisi pertalite.
Pemerintah memastikan pengawasan dan komunikasi lintas lembaga terus berjalan hingga penyebab pasti ditemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








