TUBAN, Tugujatim.id – Pemasangan guiding block atau jalur pemandu bagi tunanetra di sejumlah trotoar di Kabupaten Tuban menuai keluhan dari para penyandang disabilitas.
Bukannya membantu, jalur kuning bergaris timbul itu justru dianggap membahayakan karena dipasang tidak sesuai standar.
Pantauan di lapangan, salah satu titik yang dipersoalkan berada di trotoar Jalan Diponegoro, Tuban.
Alih-alih berada di tengah jalur pejalan kaki, guiding block justru menempel di tepi trotoar, berdekatan dengan saluran air dan tiang listrik.
Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Tuban, Setiawan Gema Budi, menyesalkan hal tersebut. Pemerintah juga tidak pernah melibatkan pihaknya dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek pembangunan yang berkaitan langsung dengan penyandang disabilitas.

“Kami tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan apa pun, termasuk pemasangan guiding block. Seolah-olah hanya untuk memenuhi kewajiban saja. Padahal itu ada standarnya dari Kementerian PUPR,” ujar Gema saat dikonfirmasi, Sabtu (01/11/2025).
Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan sarana publik seharusnya melibatkan kelompok disabilitas sebagai pihak yang paling terdampak. Tanpa pelibatan tersebut, hasil pembangunan justru berpotensi tidak tepat guna dan bahkan berisiko bagi pengguna.
“Aneh kalau kebijakan dibuat tanpa melibatkan kami yang terdampak langsung,” imbuhnya.
Lebih jauh, Gema menegaskan bahwa Pertuni akan terus mengawal implementasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tuban Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas. Ia berharap perda itu benar-benar dijalankan secara konsisten dan berpihak pada kaum disabilitas.
“Kami hanya ingin hak kami dihormati. Tidak didiskriminasi, dan punya akses yang aman terhadap fasilitas publik, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, menilai bahwa setiap kebijakan pembangunan tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak. Meski begitu, pihaknya tetap membuka ruang bagi masukan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk Pertuni.
“Pada prinsipnya kami selalu menampung kritik dan saran. Hampir setiap kegiatan yang melibatkan penyandang disabilitas selalu kami undang, termasuk dari Pertuni,” ujar Sugeng.
Eks Kadisnakerin Tuban ini menambahkan, Pemkab Tuban terus berupaya menjadikan ruang publik lebih ramah disabilitas. Beberapa fasilitas publik seperti Alun-alun Tuban, trotoar utama, hingga taman kota telah dilengkapi guiding block dan akses khusus untuk pengguna kursi roda.
“Setiap tahun selalu ada perbaikan. Bahkan pada peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun lalu, Bupati langsung menanyakan kebutuhan apa saja yang perlu dipenuhi agar Tuban lebih ramah bagi penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








