• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cara Atur Uang Remaja Menurut Menkeu

Ilustrasi Cara Atur Uang Remaja Menurut Menkeu Yudhi Sadewa. Foto / dok Instagram @purbayayudhi_official

Viral di TikTok, Begini Cara Atur Uang Remaja Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
9 months ago
in Bisnis, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id –  Begini Cara Atur Uang Remaja menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Sebuah cuplikan video Menkeu Purbaya memberikan nasihat tentang cara mengatur uang untuk remaja tengah viral di TikTok.

Video diunggah akun @zain.aldy.ahmad pada (3/11/2025), Purbaya tampak merespon pertanyaan seorang siswa SMA bernama Ahmad Ziyad. Percakapan keduanya menarik perhatian publik karena berisi pesan tentang pentingnya menabung dan belajar investasi sejak usia muda.

You might also like

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM
Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

13/07/2026 8:26 AM

Dalam video tersebut, Ziyad dengan lugas menanyakan hal yang sering menjadi kegelisahan anak muda masa kini. “Gimana tuh pak cara me-manage uang buat anak SMA yang baik dan benar? Supaya ngga boros pak. Saya nggak suka flexing juga, Pak,” tanya Ziyad.

Dengan gaya santai dan bahasa yang mudah dipahami, Purbaya menjawab, “Kalau makan secukupnya, uangnya ditabungin,” katanya.

“Udah pak, kan dapet mbg,” balas Ziyad sambil tersenyum.

BACA JUGA; Langkah Kemendikdasmen Soal Viral Peserta TKA Live Tiktok Saat Ujian

Purbaya kemudian menanggapi dengan penjelasan yang lebih dalam. Ia menekankan pentingnya membiasakan diri menabung dan memanfaatkan uang yang dimiliki untuk hal yang lebih produktif.

“Ya itu ditabung-tabungin, nanti kalau sudah mulai banyak coba lihat ke pasar modal, coba lihat ke reksadana dulu. Udah kenal produknya mulai beli saham dikit-dikit lah, tapi bertahap gitu. Misal punya tabungan 10 juta, 50 persen lu pisahin ke pasar modal,” jelasnya.

Menariknya, Ziyad kemudian menimpali dengan jujur, “Saya punya 200 ribu pak,” terang dia.

Purbaya pun memberi semangat sambil mengingatkan agar tetap berhati-hati dalam berinvestasi. “100 ribu tuh sudah bisa sekarang main saham, tapi bagusnya beli reksadana dulu biar kamu ngerti. Kalau ngga kamu pasti rugi kalau main saham. Nanti masuk saham gorengan lagi,” sambung Purbaya.

BACA JUGA: Viral Candaan Berujung Penyesalan dan Pengunduran Diri Admin Medsos Wali Kota Surabaya

Percakapan itupun ramai diperbincangkan karena menyentuh persoalan nyata yang dihadapi remaja masa kini, sulitnya mengatur keuangan di tengah tren konsumtif. Namun, nasihat sederhana dari Purbaya menjadi pengingat bahwa pengelolaan uang tidak harus rumit, cukup dimulai dari kebiasaan kecil.

Apa Itu Saham Gorengan?

Istilah “saham gorengan” mengacu pada saham perusahaan yang harganya naik turun secara tidak wajar karena manipulasi pihak tertentu, bukan karena kinerja perusahaan yang sebenarnya. Biasanya, saham jenis ini memiliki kapitalisasi pasar kecil dan volume perdagangan rendah, sehingga mudah “digoreng” oleh spekulan untuk mendapatkan keuntungan cepat.

Dilansir dari BNI Sekuritas, saham gorengan merupakan saham dengan fundamental yang kurang baik, namun mengalami fluktuasi harga tidak rasional akibat manipulasi pasar yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Saham gorengan kerap menjebak para investor. Salah satu contohnya adalah kasus konglomerat India Gautam Adani, yang kehilangan harta kekayaan hingga US$120 miliar atau sekitar Rp1.800 triliun setelah laporan Hindenburg Research dirilis pada 24 Januari 2023.

Untuk mengantisipasi hal serupa, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif memantau saham-saham yang terindikasi mengalami aktivitas tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA).

Adapun ciri-ciri saham gorengan di antaranya:
• Terjadi kenaikan harga yang tidak wajar,
• Volume transaksi melonjak tiba-tiba,
• Volatilitas tinggi,
• Masuk dalam daftar UMA atau papan pemantauan khusus BEI,
• Beredar isu atau sentimen tidak jelas yang mendorong minat beli mendadak.

Tentang Reksadana untuk Pemula

Sementara itu, reksadana merupakan wadah investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional. Dana dari para investor akan dikumpulkan dan kemudian ditempatkan ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, atau deposito. Bagi pemula, reksadana menjadi pilihan ideal karena investor tidak perlu memantau pasar setiap hari semua sudah diatur oleh pihak pengelola.

Dilansir dari IDX (Bursa Efek Indonesia), reksadana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat, terutama pemodal kecil dan mereka yang tidak memiliki banyak waktu atau keahlian untuk menghitung risiko investasi sendiri. Reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal dan keinginan berinvestasi, namun terbatas dalam pengetahuan dan waktu.

Selain itu, reksadana diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia.

Menurut IDX, manfaat yang diperoleh pemodal jika berinvestasi di reksadana antara lain:
• Diversifikasi investasi
• Kemudahan investasi
• Efisiensi waktu

Namun, seperti halnya investasi lain, reksadana juga memiliki risiko, di antaranya:
• Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan, akibat turunnya harga efek dalam portofolio reksadana.
• Risiko likuiditas, ketika banyak investor menarik dana (redemption) secara bersamaan dan manajer investasi kesulitan menyediakan uang tunai.
• Risiko wanprestasi, jika pihak terkait seperti bank kustodian atau agen pembayaran gagal memenuhi kewajibannya, atau terjadi kondisi tak terduga seperti bencana alam yang menurunkan nilai aset reksadana.

Dengen begitu, pesan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam video viral tersebut menjadi pengingat penting bahwa literasi keuangan perlu dimulai sejak dini.

Anak muda diharapkan bisa mulai menabung, memahami konsep investasi seperti reksadana, serta mengenali risiko “saham gorengan” agar dapat membangun masa depan finansial yang lebih cerdas dan mandiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: kemenkeuMenkeuMenkeu Purbaya Yudhi SadewaPurbaya Yudhi SadewaViral
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 8:26 AM
0

Tugujatim.id – Bagi sebagian pelajar maupun mahasiswa, memahami materi pelajaran tidak selalu cukup hanya dengan membaca berulang kali. Meski sudah...

Charger HP Cepat Rusak

Kenapa Charger HP Cepat Rusak? Ini 11 Kebiasaan yang Sering Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 12:00 PM
0

Tugujatim.id - Charger HP yang cepat rusak sering kali membuat proses pengisian daya menjadi terganggu dan memaksa pengguna membeli charger...

Merek Deodoran.

8 Merek Deodoran Antiperspiran Wanita Terbaik di Bawah 50 Ribu, Bantu Kurangi Bau Badan dan Keringat

by Dwi Linda
11/07/2026 2:09 PM
0

Tugujatim.id - Deodoran antiperspiran menjadi salah satu produk yang banyak digunakan untuk membantu mengurangi bau badan sekaligus mengontrol keringat saat...

Next Post
AFC Asia Futsal Cup 2026

Inilah Hasil Drawing AFC Asia Futsal Cup 2026, Indonesia Siap Tuan Rumah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID