JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember harus menghadapi pengurangan dana transfer pusat di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Kondisi ini menimpa, di tengah kondisi ribuan sekolah rusak terjadi di sejumlah wilayah. Tercatat, sekitar 1.500 sekolah rusak di Kabupaten Jember.
Kendati demikian, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan optimismenya dalam melanjutkan pembangunan daerah meskipun menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Kepala daerah ini meyakini kerja sama solid antara eksekutif dan legislatif akan mampu mengoptimalkan pembangunan di Kabupaten Jember.
Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa intensitas kunjungan pemerintah daerah ke berbagai kementerian membuahkan hasil signifikan. Salah satu pencapaian terbesar adalah peningkatan drastis anggaran perbaikan sekolah.
“Biasanya kita dapat bantuan untuk perbaikan sekolah itu hanya 6-9 miliar setiap tahun. Tapi tahun ini alhamdulillah kita bisa mendapatkan kurang lebih 90 miliar untuk 124 titik sekolah,” ungkap Gus Fawait usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jember agenda P-APBD 2026, Senin (10/11/2025) malam.
Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi lobi intensif yang dilakukan pihaknya bersama Ketua DPRD dan komisi terkait yang terus bolak-balik ke Jakarta.
Tidak hanya pendidikan, sektor pertanian juga mendapat perhatian khusus. Setelah kunjungan Bupati dan jajarannya ke kementerian dan mendapatkan kunjungan balasan, baik dari Menteri dan Wakil Menteri beberapa waktu lalu.
Untuk sektor pertanian, baik dari APBD maupun APBN, dialokasikan anggaran terbesar dalam 40 tahun terakhir. Dana ini akan digunakan untuk optimalisasi lahan, pengairan, pengadaan bibit, irigasi, dan program pertanian lainnya.
Kabar baik juga datang bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember. Bupati mengumumkan bahwa kantor pelayanan P4MI yang sebelumnya hanya tersedia di Banyuwangi, Malang, dan Surabaya, kini akan hadir di Jember.
“Alhamdulillah cikal-bakalnya sudah ada di PTSP. Sehingga nanti akan ada kantor permanen,” kata Bupati.
Selain itu, di tengah tekanan fiskal, Bupati Fawait menegaskan komitmennya untuk tidak mengurangi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Kabupaten Jember, meskipun beberapa daerah lain telah melakukan pemotongan.
“Walaupun di beberapa daerah sudah ada pemerintah yang melakukan pengurangan TPP, tapi bagi saya PNS kita, pegawai kita, juga punya keluarga,” tutup Gus Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








