• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tugujatim erupsi

Gunung Semeru Naik Level IV Awas, Awan Panas Muncul Tanpa Henti 

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
8 months ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Aktivitas Gunung Semeru menunjukkan peningkatan drastis. Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Rabu (19/11/2025) pukul 17.00 WIB, setelah rangkaian awan panas tercatat muncul tanpa jeda sejak siang hari.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa kenaikan status ini merupakan respons atas eskalasi aktivitas erupsi yang terekam oleh seluruh instrumen pemantauan.

You might also like

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

20/07/2026 2:30 PM
Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

18/07/2026 4:04 PM

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” kata Wafid dalam laporan resminya, pada Rabu, (19/11/2025)

Data kegempaan menunjukkan lonjakan aktivitas, mulai dari gempa letusan, guguran, hingga harmonik. Peningkatan paling mencolok terjadi pada gempa guguran, yang berkorelasi dengan semakin seringnya lava pijar meluncur ke arah Besuk Kobokan.

BACA JUGA: Gunung Semeru Naik Level III Siaga, BPBD Jatim: Akses Jembatan Gladak Perak Ditutup

“Gempa-gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan, bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” jelas Wafid.

Ia menambahkan, analisis variasi kecepatan gelombang (dv/v) menunjukkan penurunan sejak pertengahan Oktober, yang menandakan adanya peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung.

Meskipun deformasi tidak menunjukkan perubahan signifikan, tekanan bawah permukaan itu cukup untuk menempatkan Semeru dalam fase yang lebih berbahaya.

BACA JUGA: Erupsi Gunung Semeru: Guguran Awan Panas Meluncur 5 Km, Warga Lereng Dievakuasi Darurat

Dengan seiring naiknya status menjadi Level IV Awas, Badan Geologi mengeluarkan pembaruan rekomendasi zona bahaya yakni:

• Tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.

• Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang berada dalam 500 meter sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.

• Seluruh aktivitas dalam radius 8 km dari kawah dihentikan total karena potensi lontaran batu pijar.

Wafid menegaskan bahwa awan panas masih terus muncul hingga laporan disusun.

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun relawan agar tidak mendekati zona berbahaya. Aktivitas awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tegasnya.

Potensi Erupsi Susulan Masih Tinggi

Hingga saat ini, aktivitas awan panas belum menunjukkan tanda mereda. Badan Geologi memperingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.

Wafid meminta masyarakat untuk hanya mengacu pada informasi resmi.

“Situasi berkembang cepat. Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia,” pungkbesar.

Dengan status Level IV, Semeru kini berada dalam fase paling kritis. Pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat diminta tetap siaga dan mematuhi seluruh rekomendasi untuk mencegah risiko lebih besar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Layla Aini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Berita erupsi Gunung SemeruBPBD Jawa Timurerupsi Gunung SemeruGunung SemeruKabupaten LumajangLumajang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

CR-V.

5 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Sopir Honda CR-V Hantam Truk Parkir Diduga Microsleep

by Dwi Linda
16/07/2026 3:17 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan truk terjadi di jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B, tepat di wilayah...

Next Post
pendaki tertahan di Ranu Kumbolo

Ratusan Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo Pasca Letusan Gunung Semeru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID