SURABAYA, Tugujatim.id – Gunung Semeru mulai mereda setelah aktivitas erupsi yang terjadi sepanjang Rabu (19/11/2025).
Meski getaran banjir dan awan panas sudah berhenti pada pukul 19.56 WIB, otoritas yang berwenang masih menetapkan status Level IV atau Awas karena potensi bahaya dinilai belum sepenuhnya hilang.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa penghentian getaran tidak berarti risiko berakhir.
“Pada pukul 19.56 WIB getaran banjir sudah tidak terekam. Erupsi berakhir, namun status Awas tetap diberlakukan,” kata Gatot, pada Kamis (20/11/2025).
Luncuran APG Capai 13 Km, Warga di Zona Rawan Terimbas
Sebelumnya, pada Rabu siang, Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Awan Panas Guguran (APG) meluncur sejak pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi lebih dari 14 ribu detik, sejauh lebih dari 13 kilometer ke arah Besuk Kobokan.
Dampaknya langsung terasa di sejumlah wilayah terdekat. Rumah warga di Dusun Sumbersari dan Dusun Umbulan Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat terjangan banjir lahar.
Korban Luka dan Evakuasi
Diketahui, satu warga Dusun Umbulan Sumbersari mengalami luka bakar setelah terjebak di dalam rumah. Korban berhasil dievakuasi pada Kamis (20/11/2025) dan kini dirawat di RSUD Pasirian.
Selain itu, tiga korban luka bakar lainnya tercatat berasal dari wilayah berbeda. Dua warga Kediri yakni Haryono (49) dan Normawati (42) yang terpeleset di tumpukan material panas saat melintas di sekitar Jembatan Gladak Perak dan kini menjalani perawatan di RSUD Haryoto.
346 Warga Mengungsi, Beberapa Sudah Kembali
BPBD Jatim menyebutkan berdasarkan data sementara menunjukkan 346 jiwa mengungsi di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Sebagian warga yang rumahnya aman mulai kembali, namun mereka yang tinggal di zona paling berisiko memilih tetap berada di pos pengungsian.
Sebaran pengungsi antara lain:
Kecamatan Pronojiwo:
Balai Desa Oro-Oro Ombo: 5 jiwa
SDN 04 Supiturang: 64 jiwa
Masjid Nurul Jadid: 115 jiwa
Kecamatan Candipuro:
SDN 02 Sumberurip: 7 jiwa
Kantor Kecamatan Candipuro: 101 jiwa
Rumah Kepala Desa Sumbermujur: 55 jiwa
Dapur Umum Dibuka, Bantuan Mengalir
Tagana Dinsos Lumajang membuka dapur umum di Balai Desa Sumberurip dengan menyediakan 200 nasi bungkus setiap pagi. PMI Kabupaten Malang juga mendirikan dapur umum di Balai Desa Oro-Oro Ombo dengan 300 porsi logistik siap saji.
Pendakian Gunung Semeru resmi ditutup sementara untuk menghindari potensi bahaya lanjutan.
Status Tanggap Darurat Berlaku 7 Hari
Sebagai langkah antisipasi, Bupati Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari, tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025.
Sementara itu, Tim Tanggap Darurat Badan Geologi mengirim tambahan personel ke Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru untuk memperkuat pemantauan dan respons cepat terhadap potensi erupsi susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








