TUBAN, Tugujatim.id – Dua pekan terakhir, harga sejumlah kebutuhan pangan di pasar tradisional Tuban mulai merangkak naik. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas harga daging ayam potong dan ayam kampung yang menjadi konsumsi harian warga.
Di lapangan, harga daging ayam potong kini tembus Rp40 ribu per kilogram, atau naik bertahap sekitar Rp5 ribu setiap minggu. Padahal, harga normalnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram. Kondisi serupa juga terlihat pada ayam kampung yang kini berada di angka Rp75 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp65 ribu.
Baca Juga: Gus Addin Kunjungi Peternakan Ayam Kader GP Ansor Diwek, Dorong Usaha Gotong Royong Berbasis Desa
Ari Thohar, salah satu pedagang daging ayam, mengatakan, kenaikan ini sudah diprediksi ketika permintaan mulai naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
“Biasanya kalau masuk akhir tahun, permintaan meningkat. Dampaknya harga ikut naik,” ujarnya pada Jumat (05/12/2025).
Tidak hanya ayam, komoditas bumbu dapur pun ikut melonjak. Data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) menunjukkan tren kenaikan di hampir semua komoditas.
Permintaan Naik hingga Harga Cabai Terkerek
Harga cabai rawit merah kini melesat hingga Rp80 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya yang masih berada pada level Rp65 ribu. Para pedagang menyebutkan, pasokan dari daerah penghasil belum stabil, sementara permintaan terus naik.
Kenaikan juga terjadi pada bawang merah. Komoditas yang banyak digunakan untuk kebutuhan harian ini kini dibanderol Rp48 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp42 ribu beberapa pekan sebelumnya.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah bergerak cepat. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Kopumdag) Kabupaten Tuban Gunadi menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim pengendalian inflasi daerah (TPID) serta satgas pangan telah turun langsung memantau pergerakan harga di sejumlah pasar tradisional.
Menurut dia, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah langkah untuk menahan laju kenaikan harga agar tidak semakin memberatkan masyarakat.
“Kami sudah cek ke pasar-pasar untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Upaya stabilisasi sedang dilakukan,” jelas Gunadi.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah dengan menggelar pasar murah di berbagai titik. Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama pada komoditas yang sedang mengalami lonjakan.
Meski begitu, pemantauan terus dilakukan mengingat puncak permintaan diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal tahun. Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak membeli berlebihan agar harga tidak semakin tertekan.
Dengan tren kenaikan yang terjadi, pasar tradisional Tuban diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan sambil menunggu kebijakan stabilisasi harga memberi dampak lebih signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








