TUBAN, Tugujatim.id — Duel Persatu vs Perseta di Grup C Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jatim, Kamis (11/12/2025) berlangsung panas. Laga sengit yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Perseta itu memunculkan dua reaksi berbeda dari masing-masing pelatih.
Pelatih Persatu Tuban, Khoirul Anam, tak menutupi rasa kecewanya setelah timnya gagal mengamankan poin penting di kandang sendiri. Menurutnya, pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal.
“Pertandingan sore hari ini sangat menegangkan, pertandingan yang bergengsi. Tapi Tuhan masih belum berpihak pada Persatu,” ungkapnya.
Anam menilai skuadnya sebetulnya memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, terutama lewat titik putih di penghujung laga. Namun kesempatan itu kembali melayang.
“Penalti itu 99,9 persen harus gol. Kita sudah siapkan eksekutor satu, dua, tiga. Tapi kembali lagi, keberuntungan belum ke Persatu,” ujarnya.
Soal performa anak asuhnya, Anam menyebut masih ada masalah yang berulang dari pertandingan sebelumnya, terutama terkait kecepatan dan duel di sektor sayap.
“Masalahnya hampir sama dari laga pertama. Banyak momen sprint yang kalah, serangan cepat juga putus. Ini jadi catatan besar,” jelasnya.
Meski begitu, ia memastikan Persatu tak menyerah. Laskar Ronggolawe masih punya satu laga lagi melawan Lamongan FC.
“Kami tetap all out. Masih ada kesempatan. Mudah-mudahan lawan Lamongan bisa dapat tiga poin,” tegas Anam.
Sementara itu, dari kubu Perseta Tulungagung, Pelatih Kepala Bambang Sumantri mengaku puas dengan performa tim mudanya yang tampil disiplin dan penuh mentalitas.
“Syukur Alhamdulillah, hari ini diberi kemenangan. Pertandingan luar biasa, karena dua tim sama-sama butuh poin,” kata Bambang.
Menurutnya, Perseta sudah mempersiapkan berbagai kemungkinan, termasuk bermain dengan 10 pemain setelah salah satu anak asuhnya diganjar kartu merah.
“Sepak bola itu bukan hanya taktik, tapi mental. Kami sudah latih bagaimana bermain dengan 10 pemain dan antisipasi penalti jauh-jauh hari,” terangnya.
Bambang menyebut banyak pemainnya merupakan talenta muda kelahiran 2005–2006 yang tengah mengasah diri. Namun justru di laga inilah ia melihat karakter mereka mulai terbangun.
“Pemain kami masih labil, tapi hari ini mental mereka teruji. Saya salut, tekanan banyak, tapi mereka bertahan dan belajar dari tim sekelas Persatu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








