MALANG, Tugujatim.id – PT Graha Cakra Mas Abadi gebrak hunian modern di Kota Malang, Jatim, dengan menghadirkan Hotel Luminor dan The Dinoyo Oasis Apartment. Groundbreaking ceremony (peletakan batu pertama) bangunan tersebut digelar di Jalan MT Haryono Gang XIX No 85, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (12/12/2025).
Kehadiran proyek ini diharapkan menjadi pemicu perkembangan kawasan Dinoyo sebagai pusat hunian modern dan terintegrasi. Selain itu, dapat menjadi alat penggerak perekonomian lokal dan meningkatkan lapangan pekerjaan di Kota Malang.
Baca Juga: Liburan Makin Mudah! Rute Penerbangan Malang-Lombok tanpa Transit Mulai 15 Desember 2025
Groundbreaking Ceremony Apatel Hotel Luminor dan The Dinoyo Oasis Apartment
Pengembangan kawasan hunian modern di Kota Malang dalam bentuk apatel Hotel Luminor Malang dan The Dinoyo Oasis Apartment didirikan di atas lahan seluas 5.035m² dengan luas bangunan 49.381m².
Direktur Utama PT Graha Cakra Mas Abadi Raden Ridho Widyananto SE mengutarakan alasannya memilih Kota Malang sebagai lokasi proyek hunian modern.
“Karena di Kota Malang ini kan banyak mahasiswa ya, beratus-ratus ribu kan, dekat dengan kampus-kampus juga,” kata Ridho.

Selanjutnya, dia mengatakan, penataan dan pengembangan sangat dibutuhkan untuk membangun hunian modern di Kota Malang.
“Untuk mewujudkan hunian hotel dan apartemen di Kota Malang, penataan dan pengembangan sangat dibutuhkan,” kata Ridho.
Dia menjelaskan inovasinya untuk membangun hunian modern yang tidak meninggalkan kearifan lokal.
“Dan keberadaan kami di sini dengan desain identik ikon batik Malangan pada kerangka besi dan ramah lingkungan merupakan warna baru di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang,” ujar Ridho.

Dia juga mengatakan proyek ini akan dimulai pertengahan pada 2026. Targetnya, dia mengatakan, 1,5 tahun rampung pengerjaannya.
“Proyek ini dibangun pertengahan 2026 dan targetnya 1,5 tahun bisa selesai,” kata Ridho.
Dia berharap, apartemen ini dapat mempekerjakan warga Malang serta dapat memperluas proyeknya ke daerah Kabupaten Malang.
Keunggulan Hotel Luminor dan The Dinoyo Oasis Apartment
Ridho mengatakan bahwa segmen pasar yang dituju dalam pembangunan apatel ini adalah mahasiswa.
“Segmen pasar kami mahasiswa, Gen Z gitu ya,” ujar Ridho.
Dia merinci terdapat ratusan kamar yang nantinya dapat dihuni oleh masyarakat Kota Malang maupun pendatang.
“Total semuanya akan ada 800 kamar, 150 kamar hotel, sisanya untuk apartemen,” kata Ridho.

Dia juga menguraikan fasilitas yang akan diperoleh penghuni di Hotel Luminor Malang dan The Dinoyo Oasis Apartemen.
“Fasilitasnya kami ada kolam renang dewasa, kolam renang untuk anak, jacuzzi, dan sauna,” kata Ridho.
Dia mengungkap kelebihan dari apatel ini yang berbeda dari apatel lain.
“Kami punya fasilitas bintang 5 harga bintang 3,” ujar Ridho.
Sayangnya, harga kamar Hotel Luminor dan The Dinoyo Oasis Apartment masih dalam perhitungan. Nantikan update terbaru harga apatel ini, ya!
Dampak Positif bagi Perkembangan Kota Malang
Pembangunan hotel dan apartemen ini tentunya memiliki dampak positif yang besar bagi Kota Malang. Wali Kota Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM berterima kasih atas kepercayaan PT Graha Cakra Mas Abadi telah menghadirkan Hotel Luminor Malang dan The Dinoyo Oasis Apartment.
“Kami berterima kasih kepada PT Graha Cakra Mas Abadi atas kepercayaannya untuk berinvestasi dan turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Malang,” ujar Wahyu.

Dia melanjutkan, kepercayaan tersebut memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.
“Kepercayaan ini tidak hanya memperkuat pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga menimbulkan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta bertambahnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Wahyu.
Dia menjelaskan bahwa dengan banyaknya penduduk dan peningkatan infrastruktur yang ada, Kota Malang diusulkan menjadi kota metropolitan.
“Dengan lebih dari 1,5 juta penduduk yang ada di sini, baik penduduk asli maupun pendatang dan infrastruktur yang ada, alhamdulillah pada 2026, Kota Malang sudah masuk dalam usulan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Red) sebagai kota metropolitan,” jelas Wahyu.

Dia melanjutkan bahwa peningkatan infrastruktur tersebut juga termasuk adanya fasilitas akomodasi yang memadai.
“Dengan adanya apatel yang diprakarsai oleh PT Graha Cakra Mas Abadi juga menjadi salah satu indikator parameter bahwa Kota Malang sudah pantas menjadi kota metropolitan,” tutur Wahyu.
Dia mengatakan keberadaan apatel ini sangat strategis karena dikelilingi pusat aktivitas masyarakat Kota Malang.
“Keberadaan apatel ini di kawasan Dinoyo termasuk strategis karena berada di tengah kota dan dikelilingi oleh perguruan tinggi dan pusat perbelanjaan,” kata Wahyu.
Dia juga mengatakan bahwa aksesibilitas perjalanan dapat dijangkau dengan mudah.
“Adanya Jatim Trans dapat mempermudah akses di sekitar apatel ini menuju tujuan yang diinginkan, misal ke kantor, pasar, kampus, hingga mall,” ujar Wahyu.
Harapan dan Rencana Masa Depan
Dengan demikian pembangunan hotel dan apartemen ini menjadi bagian penting dari peningkatan pelayanan akomodasi, alat penggerak perekonomian, serta dapat menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kota Malang.
Wahyu menyampaikan harapannya agar proyek ini berdampak positif bagi masyarakat.
“Semoga proyek ini dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” harap Wahyu.

Dia melanjutkan harapannya agar proyek ini dapat menggerakkan perekonomian lokal.
“Semoga tidak hanya meningkatkan pelayanan akomodasi, tetapi juga meningkatkan lapangan pekerjaan serta menggerakkan perekonomian lokal,” kata Wahyu.
Dia juga menyampaikan harapannya melalui pantun.
“Patah hatinya diputus pacar, delik sendiri di tengah hutan. Pembangunan Hotel Luminor dan Oasis Apartemen lancar, dukung Kota Malang menuju kota metropolitan,” kata Wahyu. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh/Malang
Editor: Dwi Lindawati








