TUBAN, Tugujatim.id – Tren kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Tuban, Jatim, sejak beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius pemkab. Melihat laju penggunaan yang terus menanjak hingga akhir tahun, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban mengambil langkah cepat dengan menyurati BP Migas guna mengantisipasi potensi kekurangan kuota.
Kepala Diskopumdag Tuban Gunadi menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi BBM mulai terasa sejak September dan terus berlanjut hingga Oktober serta November. Dia mengatakan, kenaikan tersebut dinilai cukup signifikan sehingga jika hanya mengandalkan kuota awal, distribusi BBM hingga Desember dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Update Pasokan Gas LPG dan BBM di Kabupaten Jember Jelang Nataru 2025/2026
“Kalau dilihat dari tren pemakaian, ada lonjakan cukup terasa. Maka dari itu kami mengirim surat ke BP Migas agar kuota bisa ditambah,” ujar Gunadi.
Menurut dia, respons atas surat tersebut nantinya akan diteruskan langsung ke Pertamina Patra Niaga sebagai pihak yang menangani distribusi teknis di lapangan.
Gunadi menegaskan, koordinasi tidak berhenti pada pengajuan surat semata. Diskopumdag Tuban juga terus menjalin komunikasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan detail kebutuhan kuota, tidak hanya BBM tetapi juga komoditas energi lainnya.
“Insyaa Allah aman, tapi tetap kami kawal dan koordinasikan,” katanya.
Pertamina Pastikan Pasokan Aman
Di sisi lain, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) turut memastikan kesiapan pasokan energi di seluruh wilayah operasionalnya.
Langkah ini dilakukan untuk menopang kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan pariwisata selama periode libur panjang.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang mulai bekerja sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Periode Satgas tahun ini dimulai lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sebagai bentuk antisipasi lonjakan mobilitas.
Berdasarkan proyeksi nasional, terdapat tiga periode puncak pergerakan masyarakat, yakni 24–25 Desember 2025, 31 Desember 2025–1 Januari 2026, serta arus balik pada 2–4 Januari 2026. Seiring dengan itu, kebutuhan energi pun diperkirakan ikut meningkat.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menjelaskan, konsumsi BBM jenis Gasoline selama masa satgas diproyeksikan naik sekitar 8,4 persen dari rata-rata normal harian.
Untuk konsumsi Gasoil justru diperkirakan turun 5,1 persen seiring berkurangnya aktivitas industri. Untuk LPG dan Mitan rumah tangga, masing-masing diprediksi meningkat 3,4 persen dan 8,5 persen.

Selain BBM dan LPG, pasokan Avtur untuk penerbangan di 13 bandara wilayah Jatimbalinus juga dipastikan aman. Konsumsi Avtur diproyeksikan naik 2,4 persen dari rerata harian normal, sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang udara.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, dia mengatakan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan ribuan infrastruktur energi, mulai dari SPBU, Pertashop, hingga agen LPG.
Berbagai layanan tambahan seperti SPBU siaga 24 jam, motorist mobile, mobil tangki stand-by, hingga Serambi MyPertamina juga disiapkan di jalur-jalur padat dan kawasan strategis.
“Pasokan dan distribusi energi kami pastikan tetap terjaga. Kami ingin masyarakat bisa menjalani liburan Nataru dengan aman dan nyaman,” pungkas Ahad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








