SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian, Said Abdullah, kembali dipercaya memimpin DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (PDIP Jatim) masa bakti 2025–2030.
Amanah tersebut ditegaskan Said sebagai tanggung jawab besar yang hanya bisa dijalankan melalui kerja kolektif seluruh kader partai.
“Ini amanah yang tidak ringan. Tantangan politik ke depan akan terus berubah. Saya tidak mungkin menjalankan ini sendirian tanpa dukungan seluruh kader,” kata Said, pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Said menegaskan, PDI Perjuangan Jawa Timur ke depan harus tampil sebagai partai yang demokratis, solid, dan berorientasi masa depan.

Ia mengajak seluruh jajaran, dari anak ranting hingga DPD, untuk bersama-sama merebut kembali kejayaan historis PDIP di Jawa Timur.
Saat ini, jumlah anggota PDIP Jawa Timur tercatat sekitar 500 ribu orang. Dalam lima tahun ke depan, Said memasang target ambisius penambahan anggota hingga satu sampai lima juta orang.
Target tersebut, menurutnya, hanya bisa dicapai jika keberadaan partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kehadiran PDIP harus memberi manfaat nyata, bukan pragmatis atau transaksional. Kita harus membangun program kerakyatan dan kemitraan strategis yang menyentuh kebutuhan rakyat,” tegas Said.
Fokus Generasi Muda dan Ekonomi Digital
Said menilai generasi Z dan milenial menjadi kunci masa depan politik Jawa Timur. Berdasarkan data BPS Jawa Timur, kelompok usia muda mencapai sekitar 11,7 juta orang atau 78 persen dari total penduduk.
Untuk menjangkau segmen tersebut, PDIP Jatim akan meluncurkan program Youth Venture Fund (YVF), sebuah inisiatif gotong royong ekonomi bagi anak muda. Program ini ditargetkan menjangkau 50 ribu generasi muda dan melahirkan 50 ribu startup baru hingga 2030.
“Anak-anak muda akan mendapat akses permodalan tanpa jaminan, pendampingan usaha, serta pembaruan berkelanjutan. Ini sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan ekonomi digital,” jelas Said.
Ia menambahkan, ekosistem ini tidak hanya mencetak wirausahawan muda, tetapi juga memperluas keanggotaan partai secara bermartabat dan berkelanjutan.
Isu Kebencanaan dan Perubahan Cara Kerja Partai
Selain ekonomi, Said juga menyoroti tingginya risiko kebencanaan di Jawa Timur. Ia mendorong agar mitigasi bencana masuk dalam perencanaan APBD dan kebijakan pembangunan daerah.
“Kami akan terus mengawasi dan memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah demi keselamatan masyarakat,” tuturnya.
Said juga menegaskan perubahan pola kerja partai. PDIP, menurutnya, tidak boleh hanya aktif saat momentum kampanye, melainkan bekerja setiap hari menyerap aspirasi dan menjawab kebutuhan rakyat dengan indikator kerja yang terukur di setiap jenjang organisasi.
Susunan Pengurus Baru dan Regenerasi Tanpa Perampingan
Konferensi Daerah PDIP Jatim juga menetapkan susunan pengurus DPD PDIP Jawa Timur 2025–2030. Said menegaskan tidak ada perampingan struktur, melainkan regenerasi yang sehat dengan perpaduan kader lama dan baru.
“Ini bukan membuang orang dan menaikkan orang. Ini proses regenerasi dan peningkatan. Semua tetap keluarga besar PDI Perjuangan,” terangnya.
Masuknya tokoh-tokoh lintas latar belakang, termasuk kalangan kiai dan tokoh keagamaan, disebut Said sebagai penguatan relasi PDIP dengan organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah.
“Kami sudah terbiasa berhubungan, punya relasi baik dengan para Kiai, dengan Ormas Keagamaan. Baik NU maupun Muhammadiyah kami (sudah) biasa,” jelasnya.
Tak hanya itu, Said mengajak seluruh kader merapatkan barisan.
“Semoga amanah ini bisa kita jalankan sebaik-baiknya dan menjadi bagian dari ibadah kita kepada rakyat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








