SURABAYA, Tugujatim.id – Amithya Ratnanggani Sirraduhita resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang untuk periode 2025–2030.
Politisi yang akrab disapa Mia itu ditetapkan sebagai ketua usai rangkaian Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Jawa Timur dan Konferensi Cabang (Konfercab) se-Jatim yang digelar di Surabaya, selama dua hari, Sabtu–Minggu (20–21/12/2025)
Mia yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang menggantikan I Made Rindiana Kartika, yang mendapat amanah baru sebagai Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Di kepengurusan baru DPC Kota Malang, Mia didampingi Wanedi sebagai sekretaris dan Ahmad Zakaria sebagai bendahara.
BACA JUGA: Inilah Struktur Pengurus DPD PDIP Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030
Penetapan kepengurusan ini menjadi bagian dari konsolidasi besar PDI Perjuangan Jawa Timur dalam menatap kontestasi politik ke depan, khususnya Pemilu 2029 yang disebut akan penuh tantangan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa persaingan politik ke depan tidak akan mudah. Tantangan utama, menurutnya, bukan hanya soal kontestasi elektoral, tetapi juga perubahan drastis komposisi pemilih.
“Pemilu 2029 itu akan sulit. Bukan karena satu faktor, tapi karena demografi pemilih berubah signifikan. Sekitar 70 persen pemilih nanti adalah Gen Z dan Gen Alpha,” kata Said.
Menghadapi realitas tersebut, PDI Perjuangan, kata Said, mulai menyiapkan komposisi kepengurusan yang lebih adaptif dan responsif terhadap aspirasi generasi muda.
Ia menilai anak muda saat ini jenuh dengan politik yang sekadar dipenuhi jargon dan pencitraan. Salah satunya dengan memilih Mia sebagai Ketua DPC Kota Malang ini.
BACA JUGA: 38 Ketua DPC PDI Perjuangan Jatim Dikukuhkan Serentak, Berikut Daftar Lengkapnya
“Gen Z dan Alpha itu sudah lelah dengan politisi salon, dengan slogan-slogan kosong. Yang mereka inginkan adalah kerja konkret, kehadiran nyata, mau turun ke bawah dan mendengar,” ucapnya.
Said menekankan bahwa partai harus mengubah pendekatan, dari sekadar berbicara menjadi pendengar yang baik, lalu menerjemahkan aspirasi anak muda menjadi kebijakan nyata.
Isu-isu keseharian seperti lingkungan, pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja dinilai menjadi perhatian utama generasi muda.
Terkait wacana evaluasi sistem Pilkada langsung yang belakangan mencuat, Said mengingatkan agar seluruh pihak bersikap hati-hati. Ia menilai demokrasi Indonesia tidak boleh mundur ke belakang.
BACA JUGA: Said Abdullah Kembali Pimpin PDIP Jatim 2025–2030
“Kita sudah melangkah maju dengan pilkada langsung. Jangan sampai mundur lagi. Persoalannya bukan soal mahal atau tidak mahal, tapi bagaimana partai mendidik pemilih agar menolak politik uang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Said menegaskan peran strategis DPC sebagai garda terdepan partai. DPC dan PAC, menurutnya, adalah struktur yang paling dekat dengan rakyat, hidup bersama masyarakat, dan merasakan langsung denyut persoalan sehari-hari.
“Itu kunci kerja DPC. Menangis dan tertawa bersama rakyat. Karena di situlah kekuatan PDI Perjuangan,” terangnya.
Sebagai langkah awal, PDI Perjuangan Jawa Timur dijadwalkan menggelar rapat kerja pada Januari mendatang untuk memperkuat konsolidasi dan merumuskan strategi konkret, termasuk pendekatan baru agar generasi muda semakin tertarik terlibat dalam politik sejak usia dini.
Dengan kepemimpinan baru di Kota Malang, PDI Perjuangan berharap mesin partai semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam merebut kepercayaan pemilih muda menuju 2029.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








