MALANG, Tugujatim.id – Kota Malang, Jatim, selalu punya cara untuk memikat hati para wisatawan. Salah satunya dengan menawarkan wisata di Kayutangan Heritage yang wajib dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kayutangan punya berbagai destinasi mulai bangunan yang memiliki nilai sejarah hingga wisata kuliner. Kampung wisata ini terletak di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 4, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Wisata Romantis di Malang, Paling Cocok Bareng Pacar Rayakan Malam Tahun Baru 2026
Kawasan ini punya banyak sekali bangunan yang bisa kamu kunjungi, seperti Rumah Penghulu, Rumah Jengki, Rumah 1870, Rumah Mbah Ndut, Rumah Jacoeb, Rumah Jamu, Makam Mbah Honggo, Toko Oen, Depot Kayutangan, dan Es Talun.
Sejarah Kayutangan Heritage
Pada masa penjajahan Belanda, nama “Kayutangan” merupakan sebuah nama jalan, yaitu Kajoetanganstraat. Hal ini karena pada masa sebelum 1914, terdapat tanda lalu lintas berbentuk tangan yang berasal dari kayu.
Tanda itu terletak di timur persimpangan Oro-Oro Dowo (sekarang Jalan Brigjend Slamet Riadi) dan Jalan Kayutangan (sekarang Jalan Jenderal Basuki Rahmat).
Saat ini, Kayutangan Heritage merupakan salah satu lingkungan tertua yang berubah menjadi kampung wisata tematik di Kota Malang. Kawasan ini diresmikan sebagai Ibu Kota Heritage Kota Malang oleh Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, Sabtu (30/08/2025).
Nah, dari sejarahnya saja sudah punya nilai yang menarik kan? Jadi, yuk segera jelajahi wisata di Kayutangan Heritage yang wajib dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara ini!
Mengapa Kayutangan Heritage Wajib Dikunjungi?
Kayutangan Heritage bukan hanya sekadar jalan raya biasa. Kawasan ini menawarkan pengalaman yang bisa membawa kamu kembali ke suasana Malang tahun 1930-an. Dengan deretan bangunan tua yang masih terawat, kawasan ini menawarkan daya tarik bagi semua kalangan wisatawan.
Bagi wisatawan domestik, kamu bisa menemukan banyak spot foto Instagramable, kafe estetik, dan suasana malam yang syahdu dengan iringan live music di pinggir jalan. Sementara bagi wisatawan mancanegara, keaslian arsitektur kolonial dan sejarah bangunan-bangunan tua menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Uniknya, kamu juga bisa menjelajahi Kayutangan Heritage secara virtual dengan Augmented Reality (AR), loh. Tapi, nggak seru kan kalau cuma lewat virtual, lebih baik kamu langsung datang ke Kota Malang saja, yuk!
10 Wisata di Kayutangan Heritage untuk Wisatawan Domestik dan Mancanegara
Buat kamu yang sedang jalan-jalan di Kota Malang bersama keluarga atau teman-teman, nggak afdal rasanya kalau belum menjelajahi Kayutangan Heritage. Nah, Tugujatim.id punya rangkuman destinasi wisata di Kayutangan Heritage yang wajib dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, loh.
Yuk, simak wisata yang dapat mengisi waktu liburanmu dengan pengalaman mengasyikkan!
1. Rumah Penghulu

Rumah Penghulu dibangun pada 1920-an, berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Gang 6 No 974. Rumah ini milik Rodial yang menjadi penghulu pertama di Kampung Kayutangan.
2. Rumah Jengki

Rumah Jengki terletak bertetangga dengan Rumah Penghulu, tepatnya di Jalan Basuki Rahmat Gang 6 No 976. Rumah ini memiliki gaya arsitektur jengki yang berkembang di Indonesia pasca kemerdekaan.
3. Rumah 1870

Rumah 1870 menjadi bangunan tertua yang dibangun pada 1870 dan dihuni oleh keluarga asli Belanda. Terletak di di Jalan Basuki Rahmat Gang 6 No 988, rumah ini terjaga keasliannya karena tidak pernah mengalami renovasi besar, kecuali di bagian kamar mandi.
4. Rumah Mbah Ndut

Rumah Mbah Ndut didirikan pada 1923 oleh keluarga Mardikyah yang merupakan pahlawan dalam perebutan bendera di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit, Surabaya). Kamu dapat menikmati kopi di rumah ini yang sekarang halamannya menjadi cafe bernuansa kolonial Belanda.
5. Rumah Jacoeb

Rumah Jacoeb dibangun pada 1920 di Jalan AR Hakim II No 1193. Rumah ini dulunya milik Jacoeb, seseorang yang gemar melukis. Karena itu, dinding rumah ini dihiasi oleh hasil lukisannya.
6. Rumah Jamu

Rumah Jamu terletak di Jalan AR Hakim II No 7 pada tahun 1940-an. Dulunya, rumah ini digunakan sebagai tempat pengobatan Shin She. Hingga saat ini, Rumah Jamu masih menjual jamu dan obat-obatan tradisional.
7. Makam Mbah Honggo

Makam Mbah Honggo dapat menjadi destinasi wisata sejarah dan religi yang berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 4. Mbah Honggo adalah salah satu senopati perang Pangeran Diponegoro serta sosok ulama yang menyebarkan agama Islam.
8. Toko Oen
Toko Oen telah menjadi legenda sejak 1930, berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No 5, Kota Malang dan buka. Restoran ini berseberangan dengan bangunan ikonik, yaitu Gereja Hati Kudus Yesus, Kayutangan.
Restoran ini masih bertahan dengan arsitektur kolonialnya yang estetik. Menu andalannya adalah es krim homemade dengan resep kuno Belanda.
Kalau berkunjung ke sini, kamu wajib cobain es krim oen’s special, gulasch soup, dan wiener schnitzel yang jadi favorit di restoran ini. Kamu bisa mendapatkannya dengan harga mulai dari Rp25.000 hingga Rp150.000.
9. Depot Kayutangan

Depot Kayutangan terletak di Jalan Kahuripan No 18, Kota Malang. Menu favorit di depot ini adalah cwie mie chat sui dan cwi mie wonton.
Tempatnya sederhana, tetapi nyaman dan selalu ramai oleh pengunjung. Untuk menikmati seporsi mie kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp20.000 hingga Rp40.000 saja, loh.
10. Es Talun

Es Talun menjadi salah satu es campur legendaris yang sudah ada sejak tahun 1950. Lokasinya ada di Jalan Arief Rahman Gang 2, Kota Malang. Es ini menwarkan sirup homemade yang dibuat secara tradisional, sehingga menciptakan rasa manis yang legit berpadu dengan segarnya es.
Menu andalannya adalah es campur spesial, es teler, dan es kacang merah. Untuk mendapatkannya, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp12.000 hingga Rp20.000.
Baca Juga: 7 Wisata Mojokerto Cocok untuk Liburan Tahun Baru, Dekat Kota Tapi Bikin Segar
Kapan Kamu Akan Berkunjung ke Kayutangan Heritage?
Nah, itu tadi sekilas informasi tentang Kayutangan Heritage. Kamu bisa menikmati beragam wisata di Kayutangan Heritage yang wajib dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, mulai dari yang bersejarah hingga wisata kuliner.
Yuk, segera rencanakan liburanmu akhir tahun ke Kota Malang dan jangan lupa masukkan Kayutangan Heritage ke daftar destinasimu, ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh/Magang
Editor: Dwi Lindawati








