JEMBER, Tugujatim.id – Tim Medis terjang medan ekstrim demi menjaga kesehatan wisatawan. Tim medis menerjang medan ekstrem Taman Nasional (TN) Meru Betiri Kabupaten Jember untuk menjaga kesehatan para wisatawan di Pantai Bandealit selama masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Periode perayaan akhir tahun selalu ditandai dengan lonjakan signifikan jumlah pelancong yang mengunjungi berbagai destinasi rekreasi. Dalam situasi padat pengunjung seperti ini, tersedianya fasilitas medis menjadi aspek krusial yang tak boleh diabaikan.
Keamanan serta kenyamanan para pelancong perlu dipastikan terlindungi di setiap tempat tujuan mereka. Oleh karena itu, jangkauan layanan medis dirancang tidak sekadar tersedia di pusat-pusat pengamanan, melainkan juga hadir secara langsung di area-area wisata strategis.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember menurunkan tenaga medis profesional guna menyediakan fasilitas kesehatan sepanjang masa perayaan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di tujuh lokasi pemantauan dan pelayanan.

Tim medis tidak hanya berjaga di posko bersama kepolisian, tetapi juga bergerak aktif mendatangi zona-zona wisata pesisir. Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah kawasan pesisir di Desa Andongrejo yang menjadi tanggung jawab petugas dari fasilitas kesehatan masyarakat atau Puskesmas Curahnongko.
“Kehadiran kami bertujuan menjamin para pengunjung memperoleh layanan medis fundamental hingga pertolongan pertama saat menghadapi situasi genting,” ungkap Plt Kepala Dinkes Jember, Rachman Hidayat, ketika melakukan inspeksi di area rekreasi dan pos keamanan pada akhir pekan lalu.
Perjalanan menuju lokasi pesisir tersebut menyimpan tantangan tersendiri bagi rombongan medis. Kondisi jalur yang berliku, kontur menanjak-menurun, permukaan berbatu, bahkan becek harus mereka hadapi demi mencapai masyarakat dan para pengunjung.
Kendati penuh rintangan, para petugas tetap menjalankan kewajiban dengan dedikasi tinggi. “Kondisi akses memang menantang, namun layanan medis wajib tetap terdistribusi ke lokasi-lokasi wisata,” tutur Rachman.
Di samping kawasan tersebut, instansi kesehatan juga mengadakan pengawasan dan pelayanan di pos keamanan kawasan pantai lainnya. Di titik ini, personel medis disiagakan secara bergiliran dari berbagai fasilitas kesehatan masyarakat terdekat.
Petugas bersiap melayani wisatawan di sepanjang area pesisir, khususnya saat puncak arus kunjungan. “Kami mengerahkan tenaga medis untuk siaga penuh karena potensi masalah kesehatan dan kecelakaan di zona pantai terbilang tinggi,” jelasnya.
Setidaknya, setiap pos layanan diisi enam personel harian yang terbagi dalam dua periode jaga. Tiap periode terdiri dari dua tenaga medis, satu pengemudi, serta satu kendaraan ambulans yang siap dioperasikan. Koordinasi melibatkan seluruh institusi kesehatan di wilayah tersebut, termasuk rumah sakit non-pemerintah.
“Semua pihak kami ikutsertakan supaya layanan berjalan efisien dan terpadu,” ujarnya.
Menurut keterangannya, para petugas medis telah dibekali perlengkapan dan keterampilan penanganan kondisi darurat, terutama untuk situasi di wilayah pesisir. Penanganan tahap awal atau pertolongan pertama menjadi prioritas utama sebelum pasien dialihkan ke fasilitas kesehatan lebih lengkap bila diperlukan.
Dengan kesiapan menyeluruh ini, harapannya masyarakat dapat menikmati masa liburan dengan lebih aman dan nyaman.
“Apabila terjadi kejadian darurat, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat,” tandas Rachman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








