JEMBER, Tugujatim.id – Tidak banyak yang menyadari bahwa kampus di Jember memiliki teknologi komputasi super cepat yang setara dengan institusi pendidikan terkemuka nasional. Sejak 2022, Universitas Jember (UNEJ) telah menghadirkan sistem komputasi canggih NVIDIA DGX A100 yang menempatkannya dalam kelompok eksklusif perguruan tinggi Indonesia.
Berdasarkan data ai-dikti.id, hanya delapan kampus di seluruh negeri yang memiliki akses ke teknologi komputasi tingkat lanjut semacam ini. Keberadaan perangkat ini menjadi katalisator bagi berbagai terobosan dalam riset, kemajuan teknologi pembelajaran mesin, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kemasyarakatan.
Berbeda dengan anggapan umum tentang mesin komputasi raksasa yang memerlukan ruangan khusus berukuran besar, teknologi yang dimiliki UNEJ hadir dalam bentuk yang kompak namun memiliki kapabilitas ribuan kali lebih tinggi dibanding perangkat konsumen biasa.
Jika komputer rumahan umumnya dilengkapi satu hingga delapan inti pemrosesan, sistem ini mengoperasikan ribuan unit pemroses yang beroperasi simultan untuk menyelesaikan kalkulasi matematis tingkat tinggi dengan kecepatan mencengangkan.
Pengelolaan teknologi ini berada di bawah Unit Pelaksana Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) UNEJ, yang menjadi wujud nyata dedikasi universitas dalam memperkuat pilar-pilar utama perguruan tinggi, terutama aktivitas riset dan kontribusi sosial.
Bayu Taruna Widjaja Putra, Kepala UPA TIK UNEJ, menekankan bahwa teknologi ini bukan sekadar prestise, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat produktivitas akademik.
Menurut penjelasannya, perbedaan efisiensinya sangat mencolok.
Proses analisis satu juta gambar yang biasanya membutuhkan waktu seminggu penuh menggunakan perangkat standar, kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan dua jam.
Ketersediaan sistem komputasi cepat ini membuka kesempatan besar bagi sivitas akademika dalam menangani dataset masif, mulai dari kegiatan penelitian hingga analisis informasi kompleks yang mustahil dikerjakan dengan peralatan konvensional.
Lebih dari pemrosesan informasi, teknologi ini menjadi laboratorium utama bagi eksplorasi kecerdasan buatan dan jaringan perangkat pintar.
Dalam penerapan Internet of Things, sistem ini berperan sebagai hub pemrosesan informasi yang diterima dari ribuan sensor secara langsung. Sedangkan untuk pengembangan kecerdasan buatan, perangkat ini dipakai melatih algoritma supaya dapat menganalisis dan menawarkan solusi.
Salah satu aplikasi konkretnya terlihat pada proyek Smart Farming di AI Center for Industrial Agriculture UNEJ, yang mengintegrasikan AI dan IoT untuk monitoring kondisi tanaman serta prediksi produktivitas panen otomatis.
Pemanfaatan teknologi komputasi tingkat tinggi di UNEJ melampaui kepentingan akademis internal. Kapasitas pemrosesan ini diintegrasikan dengan pengembangan informasi berbasis lokasi melalui posisi UNEJ sebagai koordinator Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) kawasan Tapal Kuda.
Data berbasis koordinat dan representasi digital digabungkan dengan pembelajaran mesin untuk membaca situasi lapangan lebih presisi, mulai dari transformasi penutupan lahan hingga keperluan pembangunan wilayah.
Bayu menjelaskan bahwa dengan informasi spasial, berbagai perubahan di permukaan bumi seperti transformasi tutupan vegetasi atau deforestasi dapat terdeteksi secara berkala.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah lokal, UNEJ mendorong adopsi visualisasi digital sebagai komponen dari kebijakan data terpadu.
Selama ini, banyak informasi pembangunan masih tersaji dalam format tabel atau spreadsheet yang sulit diverifikasi secara visual. Dengan pendekatan berbasis lokasi, setiap informasi memiliki titik koordinat spesifik yang dapat diperiksa langsung.
Bayu mencontohkan, jika hanya berupa data Excel, seringkali sulit membayangkan kondisi aktual di lokasi. Dengan peta hasil olahan sistem komputasi canggih, proyek seperti perbaikan jalan dapat langsung divisualisasikan pada koordinat tertentu, termasuk dimensi dan kondisinya.
Bagi Prof. Bayu, teknologi komputasi tingkat tinggi memiliki peran vital dalam transformasi data mentah menjadi informasi bermakna yang bermanfaat bagi kepentingan publik.
“Teknologi ini hanyalah alat bantu. Yang terpenting adalah persiapan data dan kejelasan target output yang ingin dicapai,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








