JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa di Jember ramai-ramai memasang bronjong di Kaliwates untuk mencegah longsor susulan.
Puluhan aktivis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Universitas Muhammadiyah Jember turun tangan memasang struktur penahan longsor di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kaliwates pada Selasa (30/12/2025).
Aksi nyata ini menjadi respons cepat menghadapi ancaman longsor lanjutan setelah dua kejadian serupa melanda kawasan tersebut pada November lalu. Lokasi di RT 05 RW 04, Lingkungan Krajan tersebut kini dalam kondisi kritis dengan tiga bangunan hunian di puncak tebing sudah menunjukkan kerusakan struktural berupa retakan.
Situasi mendesak ini mendorong langkah pencegahan dini sebelum musim hujan memperparah kondisi tanah yang sudah tidak stabil.
Kepala Kelurahan Kaliwates, Abdul Kamil, memaparkan bahwa instalasi struktur kawat berisi batu ini bertujuan menghalau pergeseran tanah tebing, khususnya ketika volume air sungai membesar saat curah hujan tinggi.
“Konstruksi penahan ini kami dirikan supaya tidak ada longsor tambahan. Kondisi tanah tebing sudah tidak stabil dan tiga bangunan rumah di atasnya mulai menampakkan keretakan. Mengingat terbatasnya dana pemerintah menjelang tutup tahun anggaran, program ini kami jalankan dengan prakarsa bersama melibatkan kampus dan warga,” paparnya.
Ia menambahkan, pemasangan dilakukan dengan memanfaatkan 100 unit struktur kawat bantuan, meski angka tersebut baru memenuhi sekitar sepertiga dari volume optimal yang dibutuhkan area tersebut.
Meski begitu, kehadiran struktur penahan ini diyakini sangat efektif menahan material tanah saat permukaan air sungai melonjak hingga empat sampai lima level.
Dalam program ini, Unmuh Jember memberikan sumbangsih berupa material dan tenaga sukarelawan. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Sofyan Rofi menegaskan bahwa partisipasi aktif sivitas akademika mencerminkan dedikasi institusi dalam melayani komunitas.
“Kami hadir lewat wadah organisasi mahasiswa dengan membawa kepedulian untuk meringankan beban warga terdampak musibah. Dukungan kami mencakup pengadaan material batu kali untuk pengisian struktur penahan serta keikutsertaan langsung anggota dari berbagai organisasi kampus,” ungkapnya.
Menurut Sofyan, sebagian besar peserta merupakan pengurus organisasi kemahasiswaan, sebagai media pembelajaran kepekaan sosial dan pendalaman nilai-nilai kemanusiaan. Dia menekankan bahwa pelayanan komunitas merupakan elemen integral dari dinamika kehidupan kampus.
“Mahasiswa perlu menyadari posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari komunitas. Kehadiran mereka dalam kegiatan ini bukan sekadar bantuan tanggap darurat, melainkan wujud nyata dari pengabdian kepada masyarakat secara komprehensif,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








