GRESIK, Tugujatim.id – Kembali terjadi, Bus TransJatim koridor 4 (Gresik-Paciran) mendapatkan teror lemparan batu oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).
Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur membenarkan adanya insiden tersebut. Peristiwa pelemparan terjadi di Jalan Raya Daendles, kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik pada Kamis (15/1) pagi.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 06.16 WIB dan menimpa bus TransJatim dengan nomor polisi W 7073 UQ yang tengah melayani rute Gresik–Terminal Paciran, Lamongan.
“Benar, telah terjadi insiden pelemparan batu terhadap Bus TransJatim Koridor 4. Namun kami pastikan seluruh penumpang, pramudi, dan pramugara dalam kondisi aman dan tidak ada korban luka,” ujar Nyono di sela-sela mengikuti Jatim Retreat 2026 di Gedum BPSDM Jatim.

Nyono menjelaskan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, saat kejadian bus mengangkut 18 penumpang dan melaju dengan kecepatan normal sekitar 48 kilometer per jam. Insiden terjadi ketika bus hendak mendahului kendaraan truk di depannya.
“Dari arah berlawanan melintas pengendara sepeda motor roda dua yang sudah memegang batu. Ketika bus memintas, batu tersebut dilempar dan mengenai kaca bus hingga mengalami retak,” katanya.
Meski kaca bus mengalami kerusakan, Nyono menegaskan kondisi di dalam armada tetap terkendali. Penumpang tidak mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke armada TransJatim berikutnya agar tetap dapat melanjutkan perjalanan.
“Penumpang langsung dipindahkan ke bus berikutnya. Sementara armada yang terdampak kami tarik kembali ke garasi untuk dilakukan perbaikan kaca,” ujarnya.
Nyono menambahkan, insiden pelemparan tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di dalam armada TransJatim. Dari rekaman tersebut, identitas kendaraan pelaku telah berhasil diidentifikasi.
“Identitas kendaraan sudah ada, nomor seri kendaraan juga sudah kami kantongi. Kejadian ini juga sudah kami laporkan secara resmi ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Terkait dugaan pelaku, Nyono menyebut kejadian ini memiliki kemiripan dengan insiden pelemparan batu yang pernah terjadi pada November 2025 lalu. Namun, pihaknya masih mendalami apakah pelaku merupakan orang yang sama.
“Kalau dilihat sekilas motornya sama-sama berwarna hijau, tapi untuk nomor serinya berbeda. Jadi kemungkinan bukan pelaku yang sama, namun tetap kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian,” katanya.
Nyono juga menegaskan bahwa dari hasil evaluasi internal, pengemudi bus tidak melakukan pelanggaran lalu lintas saat kejadian.
“Sebenarnya tidak ada masalah dari sisi operasional. Bus tidak menyalip secara berbahaya, kecepatannya juga wajar. Ini murni tindakan dari luar yang membahayakan keselamatan transportasi publik,” ujarnya.
Dishub Jawa Timur, lanjut Nyono, akan meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian serta melakukan evaluasi pengamanan di titik-titik rawan, khususnya di ruas Jalan Raya Daendles yang kerap dilalui armada TransJatim Koridor 4.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M. Khaesar
Editor: Darmadi Sasongko








