MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sektor Industri olahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Mojokerto.
Hal ini berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mojokerto periode 2020 hingga 2024 menyebutkan bahwa sektor ini memberi kontribusi paling besar daripada sektor industri lainnya.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny mengatakan bahwa industri olahan menyumbang peran dominan daripada 17 sektor industri penyumbang PDRB dengan rata-rata kontribusi mencapai 56,38 persen.
“Industri olahan masih menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Tren setiap tahunnya meningkat,” ujarnya, Senin (19/01/2026).
Peningkatan dominasi sektor industri ini menjadi bukti bahwa wilayah wilayah Kabupaten Mojokerto berubah menjadi daerah industri yang matang. Kondisi ini tidak hanya memperkuat sektor produksi di daerah, tapi juga memperkuat ekosistem ekonomi setempat.
“(Industri olahan) punya peran sebagai engine of growth, hal itu mendorong permintaan bahan baku dari sektor pertanian, aktivitas logistik dan transportasi mengalami peninglatan, serta tercipta efek ganda untuk sektor perdagangan dan jasa,” imbuh Dwi.
Walau begitu, ketergantungan yang tinggi terhadap salah satu sektor industri harus dikelola dengan bijak. Seperti, stabilitas sektor industri andalan menjadi salah satu kunci ketahanan, kekuatan serta kemandirian fiskal daerah.
“Pemerintah setempat perlu memastikan sektor tersebut kuat dan dibarengi dengan penguatan sektor pendukung lainnya,” tandas Dwi.
Selain sektor industri olahan, industri lain seperti perdagangan besar dan kecil serta reparasi kendaraan bermotor (mobil dan motor) menjadi penyumbang selanjutnya untuk PDRB Kabupaten Mojokerto. Sektor ini berperan sebesar rata-rata 10,29 persen.
Lalu, sektor konstruksi berperan sebesar 8,06 persen, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang kontribusi 7,59 persen pada periode yang sama.
Harapan ke depan, beragam sektor lain meliputi pengembangan energi, infrastruktur, transportasi, hingga sumber daya manusia diharapkan berperan penting dalam penguatan sektor industri olahan.
“Pertumbuhan ekonomi jangka panjang perlu dikelola dengan bijak,” tutup Dwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








