TUBAN, Tugujatim.id – Cuaca buruk yang melanda perairan Laut Tuban, Jawa Timur, membuat sebuah kapal tanker Pertamina Trans Kontinental kandas di kawasan pesisir Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu. Kapal tanker MT Abigail W dilaporkan larat hingga mendekati bibir pantai setelah tidak mampu melawan kuatnya terpaan angin dan gelombang laut.
Peristiwa tersebut terjadi saat MT Abigail W berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Terminal Khusus Pertamina Patra Niaga Tuban. Dalam perjalanan, kapal tanker Pertamina diterjang angin kencang dengan kecepatan mencapai 35 knot disertai gelombang laut setinggi sekitar dua meter. Kondisi cuaca ekstrem itu membuat olah gerak kapal terbatas hingga akhirnya larat dan kandas di perairan dangkal.
Baca Juga: Tiga Kapal Nelayan Tuban Rusak Parah Diterjang Badai, Rugi Miliaran Rupiah
Kapal tanker Pertamina berbahan baja dengan tonase 1.738 ton itu diketahui dikemudikan oleh nakhoda Muhammad Harun Sinaga. Saat kejadian, kapal diawaki 15 kru dan dalam kondisi kosong tanpa membawa muatan atau manifest nihil. Meski kandas, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam insiden tersebut.
Seluruh Awak Kapal Selamat dan Sehat
Koordinator Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Wilker Jenu Boby Mulya Kusuma menjelaskan, seluruh awak kapal dipastikan selamat dan dalam kondisi sehat. Pihaknya juga telah berkoordinasi untuk proses penanganan dan evakuasi kapal yang kandas tersebut.
“MT Abigail W mengalami keterbatasan olah gerak akibat gelombang laut setinggi dua meter. Akhirnya kapal larat dan kandas di Pantai Panduri. Seluruh kru, berjumlah 15 orang termasuk nakhoda dalam kondisi sehat dan selamat,” ujar Boby.

Menurut dia, posisi kapal saat ini berada sekitar 600 meter dari bibir pantai. Untuk proses evakuasi, KSOP bersama pihak terkait telah menggelar rapat dan menyiapkan skema penarikan kapal menggunakan sistem towing.
“Evakuasi akan dilakukan menggunakan dua kapal tunda dengan kekuatan mesin masing-masing 4.000 horsepower. Namun, pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan tinggi gelombang laut yang diperkirakan masih mencapai dua meter hingga beberapa hari ke depan,” imbuhnya.
Baca Juga: Pengajuan Justice Collaborator Tersangka Kasus Kapal TBM Kota Mojokerto Ditangguhkan
Hingga kini, proses penanganan kapal masih terus dipersiapkan. Pihak KSOP memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut, mengingat kapal tidak membawa muatan saat kandas.
KSOP juga mengimbau seluruh pelaku aktivitas pelayaran di perairan Tuban untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kondisi cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi sehingga dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Kami mengingatkan seluruh kapal agar lebih berhati-hati dan menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi cuaca yang ada,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








