SURABAYA, Tugujatim.id – Tower Base Transceiver Station (BTS) milik provider telekomunikasi yang berdiri di atas gedung Sekolah Hotel Surabaya (SHS), Jalan Joyoboyo Nomor 10, ambruk pada Jumat (23/01/2026). Peristiwa ambruknya tower BTS tersebut mengakibatkan gangguan arus lalu lintas di sekitar lokasi hingga polisi mengalihkan jalur kendaraan.
Pengelola Surabaya Hotel School Pitara Yuda mengatakan, tower BTS tersebut roboh sekitar pukul 12.30 WIB. Diduga kuat insiden ini akibat terpaan angin kencang yang belakangan melanda Surabaya.
“Tower provider itu jatuh kurang lebih sekitar jam setengah satu saat ibadah salat Jumat. Kemungkinan besar karena angin, karena beberapa hari terakhir angin di Surabaya memang sedang kencang-kencangnya,” ujar Pitara saat ditemui di lokasi kejadian.
Baca Juga: Proyek Tower Telekomunikasi di Grabagan Disegel Satpol PP Tuban
Menurut Pitara, sebelum ambruk, tower BTS tersebut tidak roboh secara tiba-tiba, melainkan perlahan. Hal itu membuat dampak kerusakan tidak lebih parah.
“Tidak langsung ‘prak’. Kalau langsung pasti dampaknya lebih besar. Ini ambruknya perlahan, jadi kerusakannya bisa dibilang tidak terlalu luas,” katanya.
Tower dengan ketinggian sekitar 12-15 meter itu berdiri di atas lantai lima gedung SHS. Gedung tersebut memiliki empat lantai utama dengan tambahan bangunan di lantai lima yang digunakan sebagai musala dan area penempatan tower.
Gedung Sekolah hingga Mobil Terdampak Tower Roboh
Akibat robohnya tower, beberapa fasilitas sekolah terdampak, di antaranya kanopi gedung dan sebuah mobil yang terparkir di area bawah. Namun, pihak sekolah belum berani mengevakuasi kendaraan tersebut karena khawatir justru memicu risiko baru.
“Mobil memang tertimpa, tapi belum bisa dikeluarkan karena dikhawatirkan justru menopang tiang yang roboh itu. Kalau ditarik malah bisa membahayakan,” jelas Pitara.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh siswa, tenaga pengajar, dan staf sekolah dalam kondisi aman.
“Aman semua. Tidak ada korban jiwa maupun luka,” tegasnya.
Meski demikian, dampak kejadian tersebut membuat pihak sekolah mengambil langkah meliburkan sementara kegiatan pembelajaran demi keselamatan.
“Karena dampaknya ke gedung, untuk sementara pembelajaran kami liburkan dulu. Hari ini kami tutup lebih cepat,” ujarnya.

Terkait tower BTS tersebut, Pitara menjelaskan, pihak sekolah hanya menyediakan lahan, sementara tower dikelola oleh perusahaan khusus yang kemudian menyewakannya kepada beberapa provider telekomunikasi.
“Kami tidak tahu persis provider apa saja yang menggunakan tower ini. Yang menyewa lahan kami adalah perusahaan pembuat tiangnya dan mereka yang menyewakan ke provider,” katanya.
Dia menambahkan, pihak pengelola tower rutin melakukan maintenance berkala dan tower tersebut tergolong masih baru karena dibangun sekitar 2022–2023, pasca pandemi Covid-19.
“Tiang ini termasuk baru, sekitar dua sampai tiga tahun. Kemarin juga ada maintenance berkala,” katanya.
Saat ini, proses penanganan di lokasi melibatkan BPBD, kepolisian setempat, serta pihak pengelola tower. Polisi juga telah mengalihkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Joyoboyo untuk menghindari kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Mantan Teknisi Diduga Otaki Sindikat Pencurian Kabel Tower di Tuban
Pitara berharap proses evakuasi tower dapat segera diselesaikan agar aktivitas sekolah kembali normal.
“Harapan kami, akhir pekan ini sudah bisa dievakuasi semuanya. Senin pembelajaran sudah bisa aktif kembali,” ujarnya.
Dia juga menegaskan pihak sekolah siap bekerja sama dengan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan aman.
“Harapannya tentu kondisi bisa segera normal kembali,” pungkas Pitara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








