MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bentang alam pegunungan di Mojokerto menyita banyak perhatian terutama saat masuk musim hujan. Sebab, kerawanan bencana hidrometeorologi pada kawasan tersebut terhitung tinggi.
Dengan demikian, tidak heran fokus penanganan bencana mulai hulu hingga hilir ditempuh sebagai upaya antisipasi.
“Wilayah hulu seperti kawasan selatan yakni Pacet, Trawas, Gondang, kami tingkatkan (kesiapsiagaan) kebencanaan. Koordinasi sudah dilakukan, pelatihan (tanggap bencana) juga. Pihak-pihak terkait kami libatkan,” urai Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, Minggu (25/01/2026).
Rinaldi melanjutkan, kesiapan terhadap potensi bencana di wilayah hulu turut melibatkan instansi level provinsi serta kementerian terkait, sebagai pemilik wewenang pada wilayah tersebut.
“Sebab kewenangan Pemerintah Provinsi (Jawa Timur) dan Kementerian Kehutanan,” tandasnya.
Sistem buka-tutup kawasan hulu seperti Pacet masih berlaku hingga kini, terutama jalur Pacet-Batu. Sebab, kala hujan turun, kawasan tersebut berisiko tinggi terjadi longsor.
“Tetap berlaku (buka-tutup), apalagi bila hujan turun dengan intensitas tinggi, jalur penghubung dengan Kota Batu itu ditutup sementara hingga cuaca sudah memungkinkan untuk dilewati kembali,” jelas Rinaldi.
Selain potensi bencana di kawasan hulu, potensi bencana lain seperti angin kencang juga menjadi fokus utama. Pasalnya, dampak kerusakan akibat angin kencang begitu tinggi, seperti mampu merusak bangunan infrastruktur hingga membuat vegetasi seperti pohon di jalan maupun kawasan wisata tumbang.
Upaya kewaspadaan terhadap angin kencang juga digulirkan oleh BPBD bersama beberapa instansi lainnya, seperti perampingan dahan-dahan pohon yang dipandang mengganggu pengguna jalan maupun rawan tumbang.
“Kami bersama OPD, stakeholder lain, juga memantau dan merampingkan, merapikan pohon-pohon yang terindikasi mengganggu hingga potensi tumbang karena angin kencang,” tandas Rinaldi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








