Tugujatim.id – Perjalanan Kereta Api sempat berhenti sementara saat terjadi Gempa Magnitudo 5.5 di Pacitan.
Sebagai langkah antisipasi dan bagian dari prosedur keselamatan operasional, KAI Daop 8 Surabaya menghentikan sementara perjalanan kereta api di wilayah terdampak guna memastikan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian aman pascagempa.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa sesaat setelah gempa dirasakan, KAI langsung melakukan koordinasi dengan unit terkait.
“Pada pukul 08.23 WIB, KAI Daop 8 Surabaya segera berkoordinasi dengan unit terkait. Seluruh perjalanan kereta api di wilayah tersebut dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk menunggu laporan dari petugas mengenai kondisi prasarana,” ujar Mahendro, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya dalam keterangan tertulisnya.
Penghentian sementara perjalanan kereta api dilakukan untuk memastikan jalur rel, jembatan, serta seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi aman dan layak dilalui sebelum operasional kembali dijalankan. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di lapangan, kondisi prasarana perkeretaapian di wilayah merasakan gempa dinyatakan aman pada pukul 09.01 WIB.
Mahendro menegaskan bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama KAI dalam setiap kondisi operasional.
“Setiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum perjalanan kereta api kembali dioperasikan,” tegasnya.
KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat langkah pengamanan tersebut. KAI terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan di lapangan serta akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api.
KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan senantiasa mengutamakan keselamatan pelanggan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








