JEMBER, Tugujatim.id – Penyerapan Pupuk Bersubsidi di Jember mengalami peningkatan signifikan pada periode awal 2026.
Data menunjukkan bahwa penyerapan telah melampaui 10 persen dari jatah keseluruhan yang dialokasikan untuk sepanjang tahun, dengan dua kecamatan yakni Balung dan Gumukmas, memimpin dalam hal distribusi.
Account Executive Pupuk Indonesia Slamet Saputra menjelaskan bahwa peningkatan drastis ini dipicu oleh aktivitas penanaman yang berlangsung secara bersamaan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Bahkan dalam rentang waktu yang relatif singkat, antusiasme petani untuk mengambil pupuk terpantau sangat masif.
“Pencapaian di bulan pertama sudah menyentuh angka 10,92 persen. Hanya dalam kurun waktu tiga jam mulai jam enam pagi hingga jam sembilan, kami mencatat hampir 200 petani datang untuk mengambil pupuk,” ungkap Slamet ketika menghadiri sidang RDP dengan anggota Komisi B DPRD Jember, Senin (26/01/2026).
Ia memaparkan bahwa Balung dan Gumukmas mencatatkan distribusi terbesar karena kebutuhan pupuk di kedua wilayah tersebut melonjak akibat jadwal tanam yang seragam.
Fenomena ini, menurutnya, memerlukan langkah antisipatif supaya stok pupuk bersubsidi tidak ludes sebelum waktunya.
“Kekhawatiran kami adalah jika kuota setahun bisa habis hanya dalam satu bulan. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi kepada para petani supaya pemakaian pupuk diselaraskan dengan sistem budidaya dan kondisi lahan masing-masing,” jelasnya.
Di sisi lain, Wahyu Prayudi Nugroho, anggota Komisi B DPRD Jember, berpendapat bahwa peningkatan penyerapan di awal tahun ini harus dibarengi dengan kontrol distribusi yang ketat guna mencegah kelangkaan di area lainnya.
“Memang benar kebutuhan petani naik karena musim tanam, namun pemerataan distribusi harus tetap dijaga. Tidak boleh ada satu wilayah yang kebanjiran sementara daerah lain justru kesulitan mendapatkan pupuk,” tegasnya.
Wahyu menekankan bahwa DPRD Jember akan terus memantau jalannya distribusi pupuk bersubsidi dengan berkoordinasi bersama Pupuk Indonesia serta Dinas Pertanian setempat.
“Apabila kebutuhan terus bertambah, kami siap mengajukan permohonan penyesuaian kuota kepada pemerintah provinsi,” tutup politikus dari PDI-Perjuangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








