JEMBER, Tugujatim.id – Tim Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya telah menyelesaikan tahapan penting dalam upaya menghidupkan kembali (reaktivasi) Jalur KA Kalisat-Bondowoso, hingga Panarukan.
Proses Survei Identifikasi Desain (SID) yang berlangsung selama tujuh hari tersebut menjadi pondasi awal untuk mewujudkan harapan masyarakat akan transportasi massal di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pencatatan menyeluruh terhadap berbagai elemen infrastruktur sepanjang koridor rel yang telah lama tidak beroperasi. Aktivitas mencakup inventarisasi jalur rel, konstruksi jembatan, bangunan stasiun, serta area tanah di sekitarnya.
Termasuk di dalamnya adalah identifikasi lokasi-lokasi yang mengalami deteriorasi maupun perubahan pemanfaatan.
Denny Michels Adlan selaku pimpinan BTP Kelas I Surabaya menjelaskan bahwa tujuan utama dari SID adalah mendapatkan potret komprehensif mengenai keadaan keseluruhan koridor tersebut.
“Tim kami melakukan perekaman visual dan pemetaan menggunakan teknologi GPS supaya dapat tersusun peta kondisi jalur secara lengkap,” jelasnya pada Selasa (27/1/2026).
Di samping inventarisasi aspek fisik, kegiatan survei juga menghimpun informasi teknis fundamental meliputi dimensi lintasan, status struktural, dan kemungkinan tantangan operasional. Seluruh informasi yang terkumpul akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun rencana tahap berikutnya yang lebih komprehensif.
Berdasarkan pengamatan awal, berbagai permasalahan mulai teridentifikasi. Denny mengungkapkan bahwa sebagian fasilitas stasiun sudah tidak lagi berfungsi sesuai peruntukannya, sedangkan kondisi jembatan membutuhkan evaluasi struktural lebih mendalam.
“Terdapat jembatan dalam kondisi layak, namun ada pula yang memerlukan analisis lebih lanjut untuk menentukan apakah cukup diperkuat, diganti komponen tertentu, atau memang harus direkonstruksi total,” paparnya.
Tantangan tambahan, lanjut Denny, adalah situasi jalur yang saat ini tidak sepenuhnya bebas dari aktivitas lain. Jejak koridor masih dapat diidentifikasi dengan jelas, namun beberapa segmen kini berdampingan dengan kawasan hunian.
“Selain memerlukan penataan, perlu juga disediakan rute alternatif mengingat ada jembatan yang kini menjadi akses penyeberangan warga,” tuturnya.
Sebagai catatan historis, koridor kereta api yang menghubungkan Surabaya Kota dengan Kalisat, Bondowoso, hingga Panarukan dibangun pada tahun 1897. Khusus untuk segmen Kalisat-Bondowoso-Panarukan, operasional dihentikan sejak tahun 2004.
Kajian feasibilitas yang dilakukan pada tahun 2022 memperlihatkan adanya potensi kebutuhan layanan transportasi dari kawasan Jember, Bondowoso, sampai Situbondo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








