JEMBER, Tugujatim.id – Rumah bambu di Jember hancur diterjang badai. Sementara reruntuhannya menimpa seorang penghuninya yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan.
Bangunan tempat tinggal di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember tersebut hancur diterjang cuaca buruk pada Selasa (27/1/2026).
Musibah menimpa konstruksi seluas 35 meter persegi yang terbuat dari bambu, sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelumnya, wilayah setempat mengalami hujan deras tanpa henti sejak petang hari dengan hembusan angin yang sangat kuat.
Heri Minggar, kepala dusun setempat, mengungkapkan bahwa informasi pertama diterimanya melalui rekaman video dari penduduk sekitar yang menunjukkan kondisi tempat tinggal milik keluarga Supo sudah rata dengan tanah.
“Informasi tersebut segera saya sampaikan kepada Sekretaris Desa dan disebarkan melalui grup komunikasi aparat desa,” tutur Heri saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca di kawasan itu memang sangat ekstrem sebelum kejadian. Intensitas curah hujan berlangsung terus-menerus mulai pukul 17.30 WIB sampai menjelang tengah malam.
Heri menjelaskan bahwa selain faktor cuaca, struktur bangunan tersebut memang sudah tidak layak huni. Posisi konstruksi sudah tidak tegak lurus dan material dinding berupa anyaman bambu sudah mengalami pelapukan.
Dalam peristiwa ini, Putri Rahmadhani (19), putri dari pemilik rumah, menjadi korban saat beristirahat di dalam rumah. Bagian atap menimpa tubuhnya ketika bangunan runtuh. Korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, Puskesmas Arjasa, untuk mendapat penanganan.
“Kondisi korban tidak parah dan sudah diizinkan kembali ke rumah,” tambah Heri.
Zughrinada Wahyudi Hidayat, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, mengonfirmasi bahwa timnya telah hadir di lokasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Paket bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok dan bahan-bahan konstruksi untuk proses rehabilitasi bangunan, seperti genteng, bata, reng, dan lembaran galvalum.
“Kami sudah memberikan dukungan logistik dan akan menyusul dengan pengiriman material pembangunan,” ujar Wahyudi.
Mengantisipasi cuaca yang belum stabil, pihak BPBD menghimbau warga untuk meningkatkan kesiagaan, khususnya mereka yang mendiami bangunan tidak kokoh atau berada di area lereng bukit.
Wahyudi menekankan pentingnya berlindung di tempat aman saat hujan lebat dan menjauhi zona rawan bencana seperti tanah longsor atau area terbuka yang berisiko sambaran petir.
“Masyarakat diminta tetap siaga karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berlanjut,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








