SURABAYA, Tugujatim.id – Pedagang Asesoris Imlek di Pasar Atom Surabaya menggeliat sejak sekitar dua bulan terakhir. Aneka hiasan merah menyala dengan paduan warna emas dijajakan memenuhi area pasar.
Beragam pernak-pernik bernuansa Imlek, mulai dari tempelan dinding, patung-patung, hingga hiasan rumah, banyak dicari warga, khususnya masyarakat Tionghoa.
Sujani, pemilik toko Sentosa Florist di Pasar Aton Mall Surabaya mengatakan, tokonya menyediakan aneka aksesoris dekorasi Imlek. Pembelian di tokonya pun berangsur terasa mengalami peningkatan penjualan sejak awal 2026.
“Kami sudah mempersiapkan beberapa pernak pernik Imlek terlebih untuk Shio Kuda Api ini saya sudah mempersiapkan,” jelasnya, Kamis (29/1/2026).
Sujani mengaku pembeli tidak hanya datang dari Surabaya dan sekitarnya, tetapi juga dari luar Pulau Jawa. Bahkan, sejumlah pelanggan berasal dari wilayah Indonesia timur.

“Penjualan aksesoris Imlek di awal 2026 ini sudah mulai ramai. Pembeli dari luar pulau sudah mulai datang. Kebanyakan memang dari luar pulau karena jaraknya jauh, jadi sekalian liburan ke Surabaya sambil belanja,” ujar Sujani.
Menurutnya, ada pembeli yang datang dari Timika, Ambon, hingga Singkawang. Warga Singkawang yang tinggal di Surabaya pun turut berbelanja untuk kebutuhan lokal maupun dibawa pulang ke kampung halaman.
“Mereka lebih senang datang langsung ke toko untuk memilih dan melihat barang secara detail. Kalau sudah cocok, langsung beli banyak. Di online tidak semua barang kami tampilkan, apalagi patung-patung besar yang sulit dikirim,” jelasnya.
Pada Imlek 2026 yang merupakan Tahun Kuda, aksesoris bernuansa shio kuda menjadi yang paling diburu. Patung kuda berbahan fiber menjadi salah satu produk favorit, bahkan sebagian sudah habis terjual.
“Tahun ini kebanyakan patung kuda. Karena memang shio kuda. Selain itu, kuda juga melambangkan kemanjuran dan dianggap membawa keberuntungan. Jadi meskipun bukan shio kuda, banyak yang tetap suka,” tambah Sujani.
Ia menuturkan, dalam kepercayaan Tionghoa, shio kuda termasuk shio yang baik, sejajar dengan naga dalam 12 shio. Karena itu, hiasan bertema kuda selalu diminati dari tahun ke tahun.
Seluruh produk didatangkan langsung dari Cina, mulai dari hiasan rumah hingga mainan anak untuk memeriahkan suasana Imlek.
“Harga paling murah itu amplop angpau, dan itu paling laris. Kalau yang paling mahal, pohon Imlek,” katanya.
Sementara itu, Pak Tan, salah satu pembeli aksesoris Imlek asal Surabaya, mengaku sengaja datang untuk membeli hiasan rumah. Ia memilih boneka khas Tionghoa berupa boneka penari yang bisa berubah wajah.
“Unik, jadi saya beli untuk dekorasi di rumah. Setiap tahun saya memang merayakan Imlek,” ujar Pak Tan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : M. Khaesar
Editor: Darmadi Sasongko








