TUBAN, Tugujatim.id – Malam Nisfu Sya’ban menjadi salah satu malam istimewa dalam kalender hijriah yang kerap dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Malam pertengahan bulan Sya’ban yang jatuh pada Senin (02/01/2026) malam ini diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri.
Sejumlah ulama, sebagaimana dikutip dalam berbagai kajian NU Online, menyebutkan bahwa malam Nisfu Sya’ban sebaiknya dihidupkan dengan amalan-amalan ibadah yang bersifat umum dan dianjurkan dalam syariat.
Bukan sekadar ritual tahunan, namun menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Berikut lima amalan utama malam Nisfu Sya’ban yang dianjurkan:
Pertama, memperbanyak doa.
Pada malam Nisfu Sya’ban disebut sebagai malam yang mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan memohon ampunan, keselamatan, kesehatan, dan kebaikan hidup dunia maupun akhirat. Doa menjadi sarana utama seorang hamba untuk menggantungkan harapannya hanya kepada Allah SWT.
Kedua, membaca dua kalimat syahadat.
Amalan dzikir berupa pengulangan syahadat juga dianjurkan. Ulama menjelaskan bahwa memperbanyak syahadat pada malam Nisfu Sya’ban merupakan bentuk pembaruan iman, penguatan keyakinan, serta pengingat bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT.
Ketiga, memperbanyak istighfar.
Para Ulama menekankan pentingnya istighfar pada malam ini. Istighfar tidak hanya bermakna permohonan ampun atas dosa, tetapi juga menjadi sarana pembersih hati dari sifat-sifat buruk seperti dengki dan kebencian. Dalam beberapa riwayat disebutkan, ampunan Allah di malam Nisfu Sya’ban terhalang bagi mereka yang masih menyimpan kebencian di dalam hati.
Keempat, membaca Al-Qur’an, khususnya Surat Yasin.
Tradisi membaca Surat Yasin, termasuk membacanya sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda, telah lama berkembang di tengah masyarakat Nahdliyin.
Menurut ulama, membaca Al-Qur’an di malam Nisfu Sya’ban merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena menggabungkan dzikir, tadabbur, dan doa dalam satu rangkaian ibadah.
Kelima, melaksanakan shalat sunnah.
Shalat sunnah, baik shalat malam, shalat taubat, maupun shalat sunnah mutlak, menjadi amalan penutup yang dianjurkan.
NU Online menjelaskan bahwa meski tidak ada shalat khusus dengan tata cara baku untuk Nisfu Sya’ban, memperbanyak shalat sunnah tetap dianjurkan sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT.
Di berbagai daerah, termasuk Tuban dan sekitarnya, malam Nisfu Sya’ban kerap diisi dengan kegiatan keagamaan di masjid dan mushola. Yasinan, doa bersama, serta kebersamaan jamaah menjadi pemandangan yang masih terjaga hingga kini.
Ulama mengingatkan, esensi utama dari amalan malam Nisfu Sya’ban bukan terletak pada banyaknya ritual, melainkan pada keikhlasan, kebersihan hati, serta kesungguhan memperbaiki diri. Momentum ini sekaligus menjadi persiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Dengan menghidupkan malam Nisfu Sya’ban melalui doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan shalat sunnah, umat Islam diharapkan dapat meraih ampunan Allah SWT serta ketenangan batin dalam menjalani kehidupan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








