Tugujatim.id – Kucing yang biasanya selalu buang air di litter box terkadang bisa tiba-tiba pipis atau buang air besar di lantai, kasur, atau sudut rumah. Kondisi ini sering membuat pemilik bingung, bahkan mengira kucingnya sedang berperilaku nakal.
Padahal, kebiasaan buang air sembarangan biasanya bukan dilakukan tanpa alasan. Perubahan perilaku ini bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari gangguan kesehatan, kondisi litter box, hingga perubahan lingkungan yang membuat kucing merasa tidak nyaman.
Sebelum memarahinya, coba perhatikan beberapa penyebab berikut.
1. Mengalami Gangguan Saluran Kemih
Jika kebiasaan buang air sembarangan muncul secara tiba-tiba, kondisi kesehatan menjadi salah satu hal pertama yang perlu diperiksa.
Gangguan saluran kemih, seperti infeksi atau peradangan, dapat menyebabkan rasa nyeri saat buang air. Akibatnya, kucing mengaitkan rasa sakit tersebut dengan litter box dan memilih mencari tempat lain.
Apabila kondisi ini disertai sering mengejan, kesulitan buang air kecil, atau urine bercampur darah, segera periksakan kucing ke dokter hewan.
2. Litter Box Terlalu Kotor
Kucing termasuk hewan yang menyukai kebersihan. Litter box yang menurut pemilik masih terlihat cukup bersih bisa saja sudah terasa kotor bagi kucing karena indra penciumannya jauh lebih sensitif.
Karena itu, bersihkan kotoran setiap hari serta ganti pasir dan cuci wadah litter box secara berkala agar tetap nyaman digunakan.
3. Jenis Pasir Diganti Secara Mendadak
Sebagian kucing sudah terbiasa dengan tekstur dan aroma pasir tertentu. Mengganti jenis pasir secara tiba-tiba dapat membuatnya merasa asing sehingga memilih buang air di tempat lain.
Jika ingin beralih ke pasir baru, lakukan secara bertahap dengan mencampurkan pasir lama dan pasir baru selama beberapa hari hingga kucing terbiasa.
4. Lokasi Litter Box Berubah
Lokasi litter box juga dapat memengaruhi kebiasaan buang air kucing. Memindahkannya ke tempat yang ramai, bising, atau sulit dijangkau bisa membuat kucing merasa tidak nyaman.
Sebaiknya letakkan litter box di area yang tenang, mudah diakses, dan memberikan rasa aman saat digunakan.
5. Mengalami Stres Akibat Perubahan Lingkungan
Perubahan di dalam rumah yang tampak biasa bagi manusia bisa menjadi sumber stres bagi kucing. Misalnya pindah rumah, renovasi, hadirnya anggota keluarga baru, atau kedatangan hewan peliharaan lain.
Saat merasa stres, sebagian kucing menunjukkan perubahan perilaku, termasuk tidak lagi menggunakan litter box.
6. Ukuran Litter Box Sudah Tidak Nyaman
Ukuran litter box juga perlu disesuaikan dengan kondisi kucing. Anak kucing yang tumbuh membutuhkan litter box yang lebih besar, sedangkan kucing yang sudah berusia atau mengalami nyeri sendi akan lebih nyaman menggunakan litter box dengan sisi yang tidak terlalu tinggi.
7. Jumlah Litter Box Tidak Mencukupi
Jika memelihara lebih dari satu kucing, menyediakan satu litter box saja sering kali tidak cukup.
Banyak ahli menyarankan jumlah litter box mengikuti jumlah kucing ditambah satu. Misalnya, jika memiliki dua ekor kucing, sebaiknya sediakan tiga litter box agar tidak saling berebut atau menghindari litter box yang sudah digunakan.
8. Aroma Pembersih Terlalu Menyengat
Sebagian pemilik menggunakan cairan pembersih atau pewangi agar litter box tetap harum.
Padahal, aroma yang terasa wangi bagi manusia belum tentu nyaman bagi kucing. Karena penciumannya jauh lebih sensitif, bau yang terlalu menyengat justru dapat membuatnya enggan mendekati litter box.
Beragam penyebab di atas menunjukkan bahwa kebiasaan buang air sembarangan tidak selalu berkaitan dengan perilaku kucing. Sering kali, perubahan tersebut justru menjadi cara kucing menunjukkan bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
Karena itu, jangan terburu-buru menyalahkan kucing. Mencari penyebabnya lebih dulu akan membantu Anda menemukan solusi yang tepat sekaligus menjaga kesehatan dan kenyamanannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Dewi Bulan/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








