• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kandang dan hatchery di Malang

Peresmian pembangunan kandang dan hatchery di Malang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Kandang dan Hatchery Ayam di Malang Ditarget Dongkrak Produksi Hingga 130 Juta Ekor

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kandang dan Hatchery Ayam di Malang ditargetkan mendongkrak produksi hingga 130 Juta ekor.

Pada Jumat (6/2/2026), Danantara meresmikan proyek strategis hilirisasi ayam terintegrasi yang salah satu lokasinya berada di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Peletakan batu pertama kandang dan Hatchery (rumah pengeraman telur) ayam broiler sebagai fasilitas dari proyek tersebut.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

Kandang dan hatchery ayam yang dibangun di lahan seluas 5,6 hektare tersebut memiliki kapasitas 18 ribu grand parent stock (GPS) ayam. GPS ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 900 ribu ekor parent stock (PS) dan 130 juta final stock (FS).

Sebagai informasi, GPS adalah bibit ayam yang akan dibudidayakan dan menghasilkan ayam-ayam PS. Ayam PS kemudian dibudidayakan untuk menghasilkan ayam FS yang siap untuk disembelih atau diambil telurnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda mengatakan, hatchery di Wagir ini ditetapkan sebagai sentra pembibitan GPS. Bibit ayam PS yang dihasilkan di hatchery Wagir ini akan didistribusikan ke luar Pulau Jawa untuk dibudidayakan di sana.

“Ayam FS yang dihasilkan proyek ini akan didistribusikan ke peternak rakyat di berbagai lokasi hilirisasi lainnya,” ujar Agung.

Ia menyebut, saat ini negara Indonesia telah swasembada daging ayam dan telur. Bahkan, produksinya surplua sehingga diekspor ke beberapa negara.

Akan tetapi, kebutuhan daging ayam dan telur nasional saat ini meningkat berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan daging ayam bertambah 1,1 juta ton dan kebutuhan telur bertambah 774 ribu ton per tahun.

Oleh karena itu, proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini dicanangkan. Danantara pun mengucurkan investasi sebesar Rp20 triliun untuk pembangunan infrastruktur dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi peternak rakyat.

Fasilitas proyek ini akan dibangun di 30 provinsi untuk mengurangi ketimpangan produksi. Selama ini, sebanyak 63 persen daging ayam dan telur dihasilkan di Pulau Jawa.

Agung menambahkan, proyek ini diproyeksikan akan menyerap 1,46 juta tenaga kerja dan bisa menghasilkan 1,5 juta ton daging ayam serta 1 juta ton telur setiap tahunnya.

“Tentu (proyek) ini memastikan ketersediaan pasokan ayam dan telur, termasuk harga (yang stabil) pada peternak,” kata Agung.

Kandang dan hatchery ini akan dikembangkan oleh anak perusahaan PT ID FOOD, yakni PT Berdikari. Direktur Utama PT ID FOOD, Ghimoyo mengatakan, peternak rakyat tak perlu lagi khawatir dalam mencari bibit, pakan, hingga vaksin ayam.

“Kami menargetkan peternak kecil dan sedang untuk memastikan ketersediaan ayam di setiap desa atau setiap kampung,” kata Ghimoyo.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi menjelaskan, Malang dipilih sebagai lokasi pengembangan kandang dan hatchery ini karena telah memiliki ekosistem peternakan ayam yang sudah terbentuk. Pengembangan ini membutuhkan komunitas-komunitas yang memenuhi syarat.

Lokasinya yang berada di atas gunung serta jauh dari peternakan komersil dan pemukiman rakyat juga menjadi pertimbangan dalam memilih titik pembangunan kandang. Menurutnya, jarak ini penting untuk biosecurity dan kesehatan hewan.

“Jarak ke bandara juga masih terjangkau, kemudian masyarakat sekitar juga mendukung,” kata Maryadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: DanantaraKabupaten MalangMalang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
Pemkab Jember

Pemkab Jember Sediakan Angkutan Gratis bagi Wisatawan, Begini Syaratnya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID