JEMBER, Tugujatim.id – Bencana banjir melanda 10 kecamatan di Kabupaten Jember, Jatim. Banjir di Jember menewaskan satu orang dan mengakibatkan ribuan kepala keluarga terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menjelaskan bahwa banjir yang terjadi sejak Kamis (12/02/2026), pukul 18.00 WIB; hingga Jumat (13/02/2026), pukul 22.00 WIB, telah menerjang 23 desa/kelurahan di 10 kecamatan dengan total 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak.
Baca Juga: Banjir Jember Rendam 8 Kecamatan, 3.944 KK Terdampak
“Korban meninggal dunia adalah Siti Nurfadila, 55, warga Dusun Curang Suko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji,” ujar Edy pada Sabtu (14/02/2026).
Kronologi kejadian, korban sedang membersihkan rumah yang terendam banjir di Jember. Di kondisi itu, terdapat aliran listrik yang seketika menyetrum korban. Siti Nufadila sempat dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Rambipuji, namun dinyatakan meninggal beberapa menit kemudian.
Selain korban jiwa, banjir juga berdampak pada kelompok rentan dengan rincian 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas. Sebanyak 557 jiwa sempat mengungsi ke berbagai titik pengungsian, meski kini seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
“Ada infrastruktur yang terdampak meliputi 11 rumah rusak ringan, 3 jembatan ambruk, 1 pondok pesantren terendam, 1 masjid ambruk, 1 balai desa terendam, serta beberapa fasilitas pendidikan termasuk TK, TPQ, dan SD. Di Kecamatan Puger, 12 speedboat terbawa arus sungai dengan baru 2 unit ditemukan, paparnya.
Banjir Terparah di Kecamatan Rambipuji
Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling parah dengan 3.774 KK terdampak, disusul Kecamatan Balung (1.581 KK) dan Kecamatan Wuluhan (1.464 KK). Ketinggian air banjir mencapai 30 sentimeter hingga 2 meter di beberapa lokasi.
Banjir di Jember dipicu hujan deras yang berlangsung dari pukul 12.00-23.00 WIB, menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah sungai seperti Sungai Dinoyo, Kaliputih, Bedadung, dan Gondangdia. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di Jawa Timur periode 10-20 Februari 2026.
Baca Juga: PMI Jember Turunkan Truk Tangki Atasi Krisis Air Bersih Pasca Banjir Bandang Desa Pakis
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Basarnas, TNI/Polri, PMI, relawan, dan elemen masyarakat telah mengevakuasi dan menangani sejak kejadian. Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya mendirikan posko tanggap darurat, distribusi bantuan logistik, pengadaan air bersih sebanyak 20.000 liter oleh PDAM, serta pembentukan dapur mandiri di beberapa lokasi.
BPBD Jember merekomendasikan prioritas penanganan di Kecamatan Rambipuji dengan mendirikan dapur umum di 4 desa serta distribusi logistik ke wilayah terdampak lainnya. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








